YOGYAKARTA â Praktik penilaian harga tanah dan properti di kawasan perkotaan bersiap memasuki era baru yang lebih transparan dan berbasis data. Sebuah riset oleh Bagaskara, berhasil merumuskan standar empiris untuk penyesuaian nilai lahan kosong di kawasan perkotaan pada penduduk yang selama ini kerap menjadi ruang perdebatan karena tingginya unsur subjektivitas penilai.
News
Penulis: Yuni Andari
Kemampuan keluarga menghadapi guncangan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh cara keluarga merencanakan pengeluaran dan mempersiapkan kebutuhan masa depan. Sikap hemat dan menabung dapat menjadi bagian dari strategi membangun ketahanan keuangan rumah tangga, terutama ketika menghadapi kehilangan pekerjaan, kenaikan harga kebutuhan pokok, atau kebutuhan mendesak. Oleh karena itu, pembentukan nilai keuangan dalam keluarga berkaitan dengan SDG 1 tentang pengentasan kemiskinan dan SDG 8 tentang pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, menabung bukan satu-satunya solusi kemiskinan karena kemampuan menyisihkan pendapatan juga bergantung pada kecukupan penghasilan dan akses terhadap perlindungan sosial.
Penulis: Yuni Andari
Pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mengelola keuangan. Sikap hemat dan kebiasaan menabung merupakan nilai penting yang dapat diperkenalkan kepada anak melalui keluarga dan lingkungan pendidikan. Penanaman nilai tersebut membantu anak memahami pentingnya merencanakan kebutuhan, membedakan keinginan dan kebutuhan, serta mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian ekonomi. Karena itu, pendidikan nilai hemat dan menabung relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.
Pangan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menentukan kesejahteraan, ketahanan pangan, dan kualitas hidup masyarakat. Namun, kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan tidak hanya ditentukan oleh besarnya pengeluaran, tetapi juga oleh proporsi anggaran yang dialokasikan untuk pangan serta kuantitas asupan gizi yang diperoleh. Perbedaan kondisi ekonomi, tingkat harga, dan akses terhadap sumber pangan dapat menimbulkan kesenjangan pemenuhan kebutuhan gizi antara masyarakat perkotaan dan perdesaan. Oleh karena itu, analisis terhadap pola pengeluaran pangan dan asupan gizi rumah tangga di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DI Yogyakarta) menjadi penting untuk memahami perbedaan kondisi ketahanan pangan antarwilayah serta mengidentifikasi tantangan dalam mewujudkan akses pangan bergizi yang terjangkau dan merata.
Pangan dan Kesejahteraan Rumah Tangga
Pangan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menentukan kesejahteraan, ketahanan pangan, dan kualitas hidup masyarakat. Namun, persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan atau kemampuan membeli bahan pangan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar anggaran rumah tangga harus dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
YOGYAKARTA â Setiap tahun, Program Studi Sarjana Terapan Perbankan melakukan pengukuran kepuasan pemangku kepentingan yaitu, salah satunya adalah dari institusi mitra tempat mahasiswa melaksanakan magang industri. Hasil pengukuran ini menjadi bukti pelaksanaan standar mutu dan bahan evaluasi dalam Audit Mutu Internal.
Tiga mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Tim EcoYume, yaitu Naura Imana Ahmadi dan Firdaussy Prima Nataya dari Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti Angkatan 2025 serta Arif Rizki Pambudi dari Program Studi Akuntansi Sektor Publik Angkatan 2025, berhasil meraih Juara III pada GEDE 12th Essay Competition 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (HIMASEPA) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Malam penganugerahan (awarding) berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di Ruang Seminar Fakultas Pertanian, UPN “Veteran” Yogyakarta.
Gunungkidul – Tim pengabdian kepada masyarakat Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama Kelompok Madu Mitra Gama mendokumentasikan Traditional Ecological Knowledge (TEK) mengenai lebah madu dan pengolahan madu di Hutan Wanagama melalui buku cerita anak berjudul âPetualangan Mengenal Madu di Hutan Wanagamaâ. Inisiatif ini bertujuan mengenalkan pengetahuan lokal kepada generasi muda agar tetap terjaga dan dapat diwariskan dari waktu ke waktu melalui media edukasi yang dekat dengan dunia anak.





