Oleh: Ike Yuli Andjani, Ega Bashiela Hartono, Yudhistia Hendra Permana, Rosario Guntur Harimawan, Elina Haning Jatining Palmirma, Wiky Nurciana
Kekeliruan dalam menentukan nilai agunan tidak selalu bermula dari rumus atau kalkulator. Nilai yang dihasilkan dapat menjadi kurang tepat sejak objek keliru dikenali, dokumen tidak sesuai dengan kondisi lapangan, data pembanding kurang relevan, atau pendekatan penilaian dipilih tanpa mempertimbangkan karakteristik aset.





