Kendal, 9 Juni 2026, Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Visiting Company ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan mempertemukan teori pembangunan ekonomi wilayah dengan realitas dunia industri. Kunjungan akademik ini menghadirkan Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro sebagai narasumber utama yang memberikan pemahaman mengenai peran kawasan industri dalam pembangunan ekonomi nasional dan regional. Selain itu, peserta juga memperoleh pemaparan langsung dari pihak PT Kawasan Industri Kendal mengenai perkembangan kawasan, capaian investasi, pengelolaan lingkungan, hingga strategi pengembangan sumber daya manusia yang diterapkan di KEK Kendal.
SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan kebutuhan akan inovasi berkelanjutan, kemampuan kewirausahaan tidak lagi cukup bila hanya berfokus pada keuntungan semata. Dunia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya kreatif dan berani mengambil peluang, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan dan kepedulian sosial yang kuat. Inilah yang dikenal sebagai sustainable entrepreneurship—kewirausahaan yang memadukan nilai ekonomi, sosial, dan ekologis untuk menciptakan dampak positif jangka panjang. Menanamkan nilai ini sejak usia dini merupakan langkah strategis dalam mendukung berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Kurikulum Merdeka untuk Sekolah Dasar terutama kelas V, akan membekali peserta didik untuk memahami bidang ilmu pengetahuan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) yang selalu berkembang dari waktu ke waktu. Dengan belajar IPAS mendorong peserta didik untuk lebih mencintai fenomena alam dan sosial di sekitar kita, sehigga dengan memahami topik topik, maka akan meningkatkan kecintaan peserta didik akan alam dan aspek sosial dari kehidupan manusia. Melalui proses pembelajaran IPAS dalam kurikulum Merdeka, maka peserta didik akan memahami secara lebih mendalam hal hal dan  fenomena yang terjadi di sekitar hidup peserta didik sehari hari baik di sekolah maupun di rumah dan di tempat lain seperti pada saat berkunjung ke keluarga atau kerabat dan berekreasi. Setelah peserta didik memahami, maka diharapkan akan semakin menyayangi lingkungan hidup kita dengan memelihara atau menjaganya sebagai wujud dari kecintaan pada ciptaan Tuhan dan menghargai secara adil  kecanggihan teknologi untuk membantu kehidupan manusia lebih efisien dan efektiv dan Sejahtera dalam jangka panjang.
Yogyakarta, November 2025- Tim peneliti dari Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang terdiri atas Kun Haribowo dan Yuni Andari, mengembangkan konsep kebijakan fiskal baru yang mendorong keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Dalam riset yang dilakukan selama 2023–2025, mereka meneliti potensi penerapan pajak berbasis emisi kendaraan sebagai alternatif reformasi fiskal untuk menggantikan skema pajak barang mewah yang selama ini berlaku di sektor otomotif.
Yogyakarta, Oktober 2025 ,Dua peneliti dari Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Kun Haribowo dan Yuni Andari, memberikan masukan reformasi pajak kendaraan bermotor melalui penerapan Pajak Pigouvian. Kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan penerimaan negara hingga Rp 30 triliun per tahun serta menekan emisi karbon sekitar 5 juta ton COâ‚‚ per tahun. Usulan tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim)
Yogyakarta, Oktober 2025 — Indonesia sebagai negara kepulauan tropis dikenal memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir. Dalam satu dekade terakhir, fenomena ini menunjukkan tren yang semakin meningkat seiring dengan intensifikasi dampak perubahan iklim. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah kejadian banjir meningkat signifikan dari 596 kejadian pada tahun 2014 menjadi 1.420 kejadian pada tahun 2024, dengan puncaknya pada tahun 2021 yang mencapai 1.795 kejadian. Peningkatan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak besar terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Oleh : Fahmy Radhi
Penggunaan media sosial seringkali tidak dimaksimalkan sebagai instrumen untuk mendongkrak penjualan oleh sebagian Usaha Kecil Menengah (UKM). Hanya saja, tidak semua UKM memahami dengan tepat apa dan bagaimana cara untuk memaksimalkan manfaat media sosial agar berdampak pada omset dan kinerja usaha. Salah unsur penting kapasitas mendasar yang harus dimiliki agar tercipta nilai tambah penggunaan media sosial untuk mendorong kinerja usaha adalah kemampuan pemasaran (marketing capability).
Oleh : Ihda Arifin Faiz
Pendahuluan
Perkembangan keungan syariah tidak bisa dilepaskan dari spirit kaum muslim untuk menghindari setiap aktivitas ekonomi yang mengandung riba. Entitas awal yang menjadi pijakan perkembangan keuangan syariah adalah perbankan karena jelas pijakan bisnis perbankan konvensional adalah bunga. Meskipun di awal perkembangan masih terdapat pro kontra mengidentifikasi bunga sebagai riba, perdebatan tersebut tampaknya kini telah mereda. Bukan berarti telah mengerucut pada satu kesepahaman bahwa bunga adalah riba akan tetapi tampaknya kedua belah pihak tidak berseteru secara terbuka di ruang publik. Masing-masing masih bertahan dalam posisinya. Perbankan inilah yang menjadi domain intansi utama perkembangan keuangan syariah dengan berkembangnya perbankan syariah yang sangat massif di berbagai negara.

Â
Ketahanan pangan menjadi prioritas utama dalam upaya mewujudkan kemandirian dan pembangunan berkelanjutan. Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian, namun masih menghadapi sejumlah tantangan seperti alih fungsi lahan, kerusakan infrastruktur, keterbatasan sarana produksi, serangan hama, perubahan iklim, serta rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian (Kementan, 2021).
Mahasiswa Departemen Ekonomika dan Bisnis kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Raushan Fikar Aslam dari program studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan berhasil meraih Juara 1 dalam ajang kompetisi infografis nasional Media Fair 2025 yang mengangkat tema “Food Diversity and Zero Waste For a Sustainable Future Food System”. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung dan berlangsung secara daring sejak 2 Agustus hingga 28 September 2025.




