Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo senilai Rp27–28 triliun sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) menghadirkan dinamika baru bagi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di balik janji percepatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan Joglosemar, proses pembebasan lahan membawa transformasi sosial-ekonomi yang kompleks bagi warga lokal. Riset terhadap rumah tangga penerima ganti rugi di Kapanewon Kalasan, Depok, dan Prambanan mengungkap fenomena krusial: pembebasan lahan bukan sekadar urusan administrasi ganti rugi, melainkan momentum krusial yang berkaitan erat dengan ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs).Â
Berita
Pendahuluan
Organisasi sektor publik menggunakan sumber daya yang besar untuk menjalankan kegiatan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu kegiatan yang sangat penting adalah pengadaan barang dan jasa. Pengadaan tidak hanya berkaitan dengan pembelian barang atau jasa dengan harga tertentu, tetapi juga berhubungan dengan kualitas, efisiensi anggaran, keberlanjutan lingkungan, kondisi sosial, dan tata kelola. Dalam perkembangan pengelolaan sektor publik, keputusan pengadaan mulai diarahkan untuk mempertimbangkan aspek sustainability. Pemerintah tidak hanya memilih barang atau jasa berdasarkan harga paling rendah, tetapi juga dapat mempertimbangkan kualitas, umur manfaat, penggunaan energi, dampak lingkungan, kondisi tenaga kerja, serta keberlanjutan pemasok. Pendekatan tersebut dikenal sebagai sustainable public procurement.
Pendahuluan
Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) telah menjadi salah satu agenda penting dalam pengelolaan organisasi sektor publik. Melalui Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 17 Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri atas 169 target untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. SDGs mencakup berbagai dimensi pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, kesetaraan, lingkungan, pertumbuhan ekonomi, hingga tata kelola institusi. Dalam konteks sektor publik, SDGs memiliki arti strategis karena pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai penyedia pelayanan publik, pengelola sumber daya, pembuat kebijakan, serta penggerak pembangunan. Oleh karena itu, pencapaian SDGs sangat bergantung pada kemampuan organisasi sektor publik dalam menerjemahkan tujuan pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan, program, anggaran, pelayanan, dan sistem pengelolaan organisasi.
JAYAPURA – Bulan Rimadhina Seva Kartika, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti (MPP), Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB), Sekolah Vokasi (SV), Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023, melaksanakan KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 sebagai bagian dari Tim Jejak Jayapura 2026 di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Berlangsung pada 20 Juni–8 Agustus 2026, kegiatan ini mengusung pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan fokus pada penguatan pendidikan, perekonomian, dan pariwisata berbasis potensi lokal. Pendekatan tersebut sejalan dengan tema besar Tim Jejak Jayapura, yaitu menghidupkan potensi Papua dari kampung melalui pengembangan eco-agro tourism, pemberdayaan masyarakat, literasi digital, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Mahasiswa KKN-PPM UGM Perkuat UMKM dan Potensi Lokal melalui Sertifikasi Halal dan Festival Darubira
Bulukumba — Potensi ekonomi dan pariwisata Desa Darubiah dan Desa Bira menjadi fokus pengabdian Oktavio Rizki, mahasiswa Program Studi D4 Pembangunan Ekonomi Kewilayahan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), melalui program KKN-PPM UGM di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Bersama tim, Oktavio menjalankan berbagai program yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku UMKM, lembaga mitra, dan masyarakat untuk memperkuat kapasitas sekaligus membuka ruang bagi potensi lokal agar dapat berkembang dan dikenal lebih luas.
Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menerima kembali 8.148 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026 dalam upacara penerimaan yang digelar Jumat (4/9). Momen ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di lokasi penempatan masing-masing, yang dijalani secara luring selama 50 hari, terhitung sejak 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.
Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam unit KKN-PPM Satru Jnana menghabiskan tujuh minggu, 19 Juni hingga 8 Agustus 2026, untuk menggerakkan Desa Kerambitan dan Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali. Dengan tema besar “Integrasi Ekosistem Desa Mandiri: Sinergi Agro, Teknologi, dan Kesehatan Menuju Akselerasi Digital dan Ekonomi Sirkular Berbasis Asset Based Community Development”.
Pergantian Menteri Keuangan pada September 2026 menempatkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali menjadi sorotan. Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya memimpin Kementerian Keuangan digantikan oleh Suahasil Nazara. Serah terima jabatan berlangsung di Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.
Mahasiswa Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (DEB SV UGM), Keysha Nurnida Fadillah, berhasil mengikuti NUS Young Fellowship Programme 2026, sebuah program fully funded yang diselenggarakan oleh National University of Singapore (NUS) di Singapura pada 21–27 Juni 2026. Mengusung tema “AI and Graduate Research”, program ini mempertemukan peserta dari berbagai negara untuk mengeksplorasi perkembangan Artificial Intelligence (AI), penerapannya dalam penelitian, serta implikasinya terhadap dunia akademik dan industri.

Muhammad Aghis Asyakandari (Manajemen dan Penilaian Properti 2024), berhasil meraih Juara 3 dalam Kompetisi Esai Nasional EXPASIGN 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa MARS Project Politeknik Negeri Jakarta Tahun 2026. Kompetisi yang mengangkat tema “The Gen-Z Catalyst: Tech-Driven Solutions for Sustainable Business” dengan salah satu subtema, Business Innovation & Digital Transformation. Kompetisi tersebut diikuti oleh 35 Peserta dari 29 universitas berbeda dan 5 peserta di babak final. Seleksi dilakukan melalui tahap full paper, presentasi final, dan tanya jawab yang dilaksanakan secara daring pada 19 September 2026, dan pemenang diumumkan pada 20 September 2026 dengan Awarding di tanggal 26 September 2026.
