Mahasiswa Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (DEB SV UGM), Keysha Nurnida Fadillah, berhasil mengikuti NUS Young Fellowship Programme 2026, sebuah program fully funded yang diselenggarakan oleh National University of Singapore (NUS) di Singapura pada 21–27 Juni 2026. Mengusung tema “AI and Graduate Research”, program ini mempertemukan peserta dari berbagai negara untuk mengeksplorasi perkembangan Artificial Intelligence (AI), penerapannya dalam penelitian, serta implikasinya terhadap dunia akademik dan industri.
Selama tujuh hari, Keysha mengikuti berbagai sesi akademik, berdiskusi dengan peneliti dan praktisi, melakukan company immersion di Seagate Singapore, serta berkolaborasi dalam tim internasional untuk mengembangkan gagasan inovatif mengenai pemanfaatan AI dalam penelitian.

Perkembangan Artificial Intelligence telah membawa perubahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi dan penelitian. Kehadiran Generative AI dan Agentic AI memberikan peluang bagi peneliti untuk mempercepat berbagai tahapan penelitian, mulai dari pencarian informasi hingga analisis dan interpretasi data.
Namun, meningkatnya penggunaan AI dalam penelitian juga menghadirkan tantangan baru. Peneliti tidak hanya dituntut mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga perlu memahami, memverifikasi, dan mempertanggungjawabkan hasil yang dihasilkan oleh AI.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, NUS Young Fellowship Programme 2026 menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan AI secara lebih kritis dan interdisipliner. Bagi Keysha, program ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif dari bidang pembangunan ekonomi menuju persinggungan antara ekonomi, teknologi, dan penelitian.

NUS Young Fellowship Programme 2026 dilaksanakan pada 21–27 Juni 2026 di National University of Singapore, Singapura. Sebagai program fully funded, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti rangkaian pembelajaran dan aktivitas akademik secara intensif di lingkungan NUS.
Selama program, peserta mengikuti sesi mengenai Generative AI, Agentic AI, AI dalam penelitian, serta perkembangan AI dan dunia kerja. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi dengan peneliti dan praktisi sehingga dapat melihat perkembangan AI tidak hanya dari perspektif akademik, tetapi juga dari penerapannya di dunia profesional.
Salah satu rangkaian kegiatan yang memberikan pengalaman praktis adalah company immersion di Seagate Singapore. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai penerapan teknologi dan inovasi dalam lingkungan industri serta bagaimana perkembangan teknologi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan dunia nyata.
Selain kegiatan akademik dan industri, peserta juga bekerja dalam kelompok internasional untuk mengembangkan sebuah proyek. Dalam kelompoknya, Keysha bersama peserta dari berbagai latar belakang mengembangkan ThinkPass, sebuah konsep platform AI yang mendorong peneliti untuk memahami dan memvalidasi hasil AI sebelum menggunakannya dalam penelitian.
ThinkPass dirancang dengan konsep comprehension gate. Ketika AI menghasilkan analisis, interpretasi, atau rekomendasi, peneliti tidak langsung dapat menggunakan atau mengutip hasil tersebut. Peneliti terlebih dahulu perlu menunjukkan pemahaman terhadap metodologi, asumsi, makna hasil, dan keterbatasan dari output AI.
Melalui pendekatan tersebut, proyek ThinkPass menempatkan peneliti sebagai pihak yang tetap bertanggung jawab atas hasil penelitian, sementara AI digunakan sebagai alat bantu yang mendorong proses verifikasi dan pemahaman.

Keikutsertaan dalam NUS Young Fellowship Programme 2026 memberikan sejumlah capaian bagi Keysha, antara lain:
- Pengalaman akademik internasional melalui pembelajaran langsung di National University of Singapore.
- Pemahaman mengenai perkembangan AI, khususnya Generative AI dan Agentic AI, serta penerapannya dalam penelitian.
- Pengalaman pengembangan proyek internasional melalui ThinkPass bersama peserta dari berbagai negara dan latar belakang akademik.
- Pengalaman memahami penerapan teknologi di industri melalui company immersion di Seagate Singapore.
- Pengembangan kompetensi lintas disiplin, terutama dalam menghubungkan perspektif pembangunan ekonomi dengan perkembangan teknologi dan AI.
- Penguatan kemampuan komunikasi dan kolaborasi internasional melalui kerja tim dengan peserta dari berbagai negara.
Bagi Keysha, salah satu pembelajaran penting dari program ini adalah bahwa perkembangan AI tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan manusia untuk memahami, mengevaluasi, dan mempertanggungjawabkan hasil yang dihasilkan teknologi tersebut.
“The most valuable thing I learned from this programme is that AI should not replace the researcher’s role in thinking. AI can help us analyze faster and explore further, but at the end of the day, we still need to understand, question, and take responsibility for the results. Buat saya, itu yang membuat penggunaan AI dalam research menjadi meaningful,” ungkap Keysha.

Bagi mahasiswa, pengalaman ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kolaborasi dalam lingkungan internasional. Pengalaman belajar langsung di NUS juga memberikan perspektif baru mengenai perkembangan teknologi dan penelitian di tingkat global.
Bagi DEB SV UGM, partisipasi mahasiswa dalam program internasional menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus memperkenalkan perspektif pembangunan ekonomi dalam diskusi mengenai teknologi, AI, dan masa depan penelitian.
Kegiatan ini juga memperkuat kemampuan mahasiswa untuk menghubungkan disiplin ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi dengan perkembangan teknologi yang semakin relevan dalam dunia akademik maupun profesional.
Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
SDG 4 – Quality Education
NUS Young Fellowship Programme memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pembelajaran internasional, memperluas wawasan akademik, serta mengembangkan kompetensi dalam bidang AI, penelitian, komunikasi, dan kolaborasi lintas disiplin.
SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure
Eksplorasi pemanfaatan AI melalui proyek ThinkPass menjadi salah satu bentuk pengembangan gagasan inovatif untuk mendukung proses penelitian. Sementara itu, company immersion di Seagate Singapore memberikan pengalaman mengenai penerapan teknologi dan inovasi dalam lingkungan industri.
SDG 17 – Partnerships for the Goals
Program mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang untuk belajar serta mengembangkan proyek secara kolaboratif. Interaksi tersebut membuka ruang bagi terbentuknya jejaring dan kolaborasi internasional dalam pengembangan pengetahuan dan inovasi.
Keikutsertaan Keysha Nurnida Fadillah dalam NUS Young Fellowship Programme 2026 menjadi pengalaman akademik internasional yang mempertemukan perspektif pembangunan ekonomi dengan perkembangan Artificial Intelligence dan penelitian. Melalui pembelajaran di NUS, pengalaman industri di Seagate Singapore, serta kolaborasi dalam pengembangan ThinkPass, kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memahami tantangan penggunaan AI dalam penelitian.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Keysha sebagai mahasiswa DEB SV UGM untuk terus memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, dan mengembangkan gagasan yang menghubungkan ilmu ekonomi, teknologi, dan kebutuhan dunia nyata.
[Red. Keysha Nurnida Fadillah]
