Yogyakarta – Kemampuan menggabungkan perspektif ekonomi, teknis, dan operasional menjadi salah satu faktor penting dalam merumuskan strategi bisnis yang komprehensif. Hal ini tercermin dari prestasi Ardia Mustika Ramadhani, mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (PEK), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama dua mahasiswa UGM lainnya dalam ajang Xperience Business Case Competition 2026. Melalui Tim Salam Sehat, mereka berhasil meraih penghargaan 3rd Runner-Up dan Best Speaker pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Institute of Industrial and Systems Engineers (IISE) Universitas Indonesia di Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada 31 Oktober 2026.
SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
PT Pertamina melalui surat Nomor 532/N00150/2026-S9 tanggal 21 Oktober 2026 menyampaikan pengumuman peserta yang berhasil lolos ke dalam TOP 60 Pertamuda Seed & Scale 2026.
Peserta terpilih akan melanjutkan ke tahap Bootcamp & Final Pitch Pertamuda Seed & Scale 2026. Daftar nama peserta yang lolos dapat dilihat pada lampiran surat pemberitahuan berikut.
Pendahuluan
Di tengah persaingan layanan keuangan digital, bank tidak cukup hanya menawarkan aplikasi yang mudah digunakan. Nasabah juga perlu merasa bahwa bank memahami kebutuhan mereka, memberikan informasi yang benar, dan mampu menjaga keamanan transaksi. Karena itu, komunikasi pemasaran digital semakin penting bukan hanya untuk memperkenalkan produk, tetapi juga untuk membangun hubungan dan kepercayaan.
Pendahuluan
Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses dan menggunakan layanan perbankan. Digital banking memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi secara praktis tanpa harus datang ke kantor cabang. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti tantangan, terutama dalam membangun kepercayaan nasabah terhadap keamanan transaksi, perlindungan data pribadi, dan keandalan sistem perbankan. Oleh karena itu, bank tidak cukup hanya menyediakan teknologi yang canggih, tetapi juga perlu membangun hubungan yang kuat dengan nasabah melalui komunikasi pemasaran digital yang efektif.

Setiap hari bursa, angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) muncul di layar berita. Bagi banyak orang, angka itu terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal pasar modal punya jalur yang nyata menuju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, jalur yang juga menjadi bagian dari agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dua Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Business Case Competition Netropreneur melalui Inovasi Green Hydrogen
Yogyakarta, 26 September 2026 – Tim Kopken Pride yang beranggotakan dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Juara I Business Case Competition dalam ajang Netropreneur 2026 yang diselenggarakan oleh Teknik Industri, Fakultas Teknik UGM. Kompetisi bertema “The Turning Point: Forging New Strategies for Indonesia’s Energy Transition” tersebut mencapai babak final pada Sabtu (26/9/2026) di SGLC, Fakultas Teknik UGM.
Inovasi Digital Banking Berkelanjutan: Tantangan Mengubah Fitur Aplikasi Menjadi Aksi Finansial Riil
Oleh: Fitri Damayanti Berutu, S.E., S.S., M.Sc.
Pesatnya perkembangan financial technology (fintech) dan mobile banking di Indonesia terus mendorong lahirnya berbagai inovasi antarmuka digital untuk memudahkan transaksi masyarakat. Dalam kerangka SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), inovasi infrastruktur keuangan digital diharapkan tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam membangun ekosistem industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.Â
Ketika memilih aplikasi investasi, sebagian orang mungkin lebih tertarik menggunakan platform yang namanya sudah dikenal. Merek seperti Bibit, Ajaib, Stockbit, dan Bareksa memiliki identitas serta karakteristik masing-masing di mata penggunanya. Hal ini menunjukkan bahwa merek tidak hanya berfungsi sebagai pembeda, tetapi juga dapat memengaruhi cara konsumen menilai dan memilih suatu layanan.
Kemajuan teknologi digital membuat investasi semakin mudah diakses melalui berbagai aplikasi. Beragam platform menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi dan mengelola keuangan. Namun, banyaknya pilihan aplikasi membuat penyedia layanan perlu memahami faktor yang mendorong pengguna untuk tetap loyal menggunakan platform yang sama. Salah satu faktor yang memengaruhi loyalitas adalah kenyamanan penggunaan. Tampilan yang sederhana, navigasi yang mudah dipahami, serta proses transaksi yang praktis dapat memberikan pengalaman positif bagi pengguna. Selain itu, keamanan dan kepercayaan juga menjadi pertimbangan penting karena aplikasi investasi berkaitan dengan pengelolaan dana dan data pribadi. Transparansi informasi, kejelasan biaya, serta legalitas penyedia layanan dapat membantu meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap platform yang digunakan. Tidak hanya itu, aplikasi investasi juga perlu memberikan nilai tambah melalui fitur edukasi keuangan, informasi pasar, dan layanan pelanggan yang responsif. Layanan tersebut dapat membantu pengguna memahami produk investasi dan memenuhi kebutuhan mereka. Dengan demikian, loyalitas pengguna dapat dibangun melalui kombinasi kenyamanan, keamanan, kepercayaan, dan manfaat yang diberikan. Penyedia layanan yang mampu menjaga kualitas serta menyesuaikan layanannya dengan kebutuhan konsumen memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan pengguna dalam jangka panjang. [Red. Fosa Sarassina]
Perkembangan teknologi keuangan mendorong bank untuk mempercepat transformasi digital melalui berbagai bentuk kolaborasi dengan perusahaan Financial Technology (FinTech). Namun, keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi. Kemampuan organisasi dalam mengarahkan strategi digital, mengoordinasikan implementasi, dan mengawasi risiko juga menjadi faktor penting.





