Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam unit KKN-PPM Satru Jnana menghabiskan tujuh minggu, 19 Juni hingga 8 Agustus 2026, untuk menggerakkan Desa Kerambitan dan Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali. Dengan tema besar “Integrasi Ekosistem Desa Mandiri: Sinergi Agro, Teknologi, dan Kesehatan Menuju Akselerasi Digital dan Ekonomi Sirkular Berbasis Asset Based Community Development”.
Kabupaten Tabanan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian dan pariwisata yang kuat. Potensi tersebut tercermin di Desa Kerambitan yang memiliki perkembangan UMKM dengan produk khas seperti Nasi Bejek serta potensi wisata Puri Agung Kerambitan. Sementara itu, Desa Kukuh memiliki potensi pertanian dan peternakan yang didukung oleh pengembangan desa sebagai desa digital. Berangkat dari berbagai potensi tersebut, KKN-PPM UGM Satru Jnana mendorong penguatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat melalui pendekatan Asset Based Community Development dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam mengembangkan potensi desanya.

Salah satu fokus utama Satru Jnana adalah penguatan ekonomi lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui pendataan dan geotagging UMKM, pengembangan produk abon ikan dan coconut jam bersama 50 ibu PKK, serta penyelenggaraan Pasar Raya yang berkolaborasi dengan event lokal Kerambitan Creative Space. Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi sekaligus sarana untuk memperkenalkan dan memperluas jangkauan produk UMKM kepada masyarakat.
Selain penguatan ekonomi, Satru Jnana turut berkontribusi dalam meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan bakti sosial pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis di Desa Kukuh. Sekitar 300 warga memperoleh pemeriksaan kesehatan mata, sementara empat warga mendapatkan operasi katarak secara gratis. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Satru Jnana terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam memperluas akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan warga.

Kontribusi Satru Jnana juga mencakup bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Berbagai kegiatan dilaksanakan, antara lain literasi kecerdasan artifisial (AI) dan data, pengembangan wawasan karier bagi siswa, edukasi kesehatan dan gizi, hingga pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Secara keseluruhan, seluruh rangkaian program kerja terlaksana dengan baik dan menjangkau lebih dari 400 penerima manfaat.
Pelaksanaan program mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Anak Agung Mayun Widiadnyana, selaku Perbekel Desa Kerambitan, mengapresiasi kehadiran mahasiswa UGM dalam mendukung berbagai kebutuhan masyarakat desa. “Kami sangat senang sekali menerima adik-adik KKN UGM, sangat membantu kami di Desa Kerambitan,” ungkapnya. Apresiasi serupa disampaikan oleh Ibu Cahya, salah satu pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan Satru Jnana. “Programnya bagus, membantu untuk pedagang dan masyarakat, semoga terus maju dan jaya,” ujarnya.
Rangkaian program Satru Jnana juga mendukung pencapaian tiga Sustainable Development Goals (SDGs) utama. SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera didukung melalui pemeriksaan kesehatan mata dan operasi katarak gratis serta edukasi kesehatan dan gizi. SDG 4: Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui kegiatan literasi AI, literasi data dan matematika, serta pengembangan wawasan karier bagi siswa jenjang SD hingga SMA/SMK. Sementara itu, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi didukung melalui digitalisasi UMKM, pengembangan produk lokal bersama ibu PKK, serta penguatan strategi rantai pasok bagi BUMDes untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN-PPM UGM Satru Jnana tidak hanya menghadirkan program kerja, tetapi juga mendorong masyarakat Desa Kerambitan dan Desa Kukuh untuk semakin mengenali serta mengembangkan aset dan potensi yang dimiliki. Penguatan ekonomi lokal, perluasan akses kesehatan, peningkatan kapasitas pendidikan, dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari upaya membangun desa yang lebih berdaya dan berkelanjutan.
Bagi mahasiswa Satru Jnana, pelaksanaan KKN-PPM menjadi ruang untuk belajar dari masyarakat sekaligus menghadirkan kontribusi nyata. Kolaborasi yang terbangun selama tujuh minggu menjadi pengalaman berharga dalam memahami bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada program yang dibawa dari luar, tetapi juga pada kekuatan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan aset yang telah dimiliki. [Red. Putu Arinda]
