Manokwari, Papua Barat – Zhafran Pradipta, mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), turut mengambil peran dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Manokwari Menari 2026. Dalam kegiatan tersebut, Zhafran dipercaya sebagai Koordinator Mahasiswa Unit yang membersamai Tim KKN PPM UGM Manokwari Menari 2026 melakukan pengabdian di tiga kampung, yaitu Sau Abas, Bakaro, dan Mansinam.
KKN PPM UGM Manokwari Menari 2026 mengusung tema âTransformasi Potensi Lokal Menjadi Nilai Tambah: Model Regenerasi Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal di Desa Pesisir Manokwariâ. Tema tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai program yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian permasalahan masyarakat, tetapi juga pada penguatan potensi lokal sebagai modal pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Sebagai wilayah pesisir, kehidupan masyarakat di Kampung Bakaro memiliki keterkaitan yang erat dengan aktivitas kelautan, khususnya kegiatan nelayan. Tetapi, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah perahu nelayan yang mengalami kondisi kurang layak digunakan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat karena perahu merupakan sarana utama dalam mendukung aktivitas mencari ikan dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga nelayan.

Melihat kondisi tersebut, Zhafran menghadirkan salah satu program unggulan bertajuk âPerahu Berseriâ. Program ini merupakan upaya revitalisasi perahu nelayan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang tersedia di masyarakat. Kegiatan revitalisasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pembersihan dan pengecatan kembali perahu, pemasangan alat keseimbangan kapal atau seman, hingga pemasangan mesin outboard pada perahu. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa dengan latar belakang teknik mesin untuk mendukung proses pemasangan dan pengujian mesin outboard. Kolaborasi lintas keilmuan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi fisik perahu, tetapi juga meningkatkan fungsi dan efektivitasnya dalam mendukung aktivitas nelayan.
Dengan adanya revitalisasi tersebut, perahu yang sebelumnya kurang optimal dapat kembali menjadi aset produktif bagi masyarakat. Penggunaan mesin outboard diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap tenaga dayung, mempercepat mobilitas nelayan, dan mendukung peningkatan produktivitas kegiatan melaut. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusinya terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) diwujudkan melalui upaya mendukung produktivitas dan keberlangsungan mata pencaharian nelayan. Sementara itu, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) tercermin dalam penerapan teknologi mesin outboard untuk memperkuat sarana produksi. Adapun SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) menjadi relevan melalui potensi peningkatan produktivitas dan peluang pendapatan masyarakat pesisir.

Bagi Zhafran, keterlibatan dalam KKN-PPM UGM Manokwari Menari 2026 menjadi pengalaman untuk melihat secara langsung bagaimana proses pembangunan ekonomi berlangsung di tingkat masyarakat. Tidak hanya berkaitan dengan perencanaan program, tetapi juga bagaimana sebuah program dapat disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, serta karakteristik masyarakat setempat.
âPengalaman di Manokwari mengajarkan bahwa pembangunan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ketika potensi yang sudah dimiliki masyarakat dapat diidentifikasi, diperbaiki, dan dimanfaatkan kembali dengan tepat, dari situlah nilai tambah dapat mulai tercipta,â ujarnya.
Melalui berbagai program di Sau Abas, Bakaro, dan Mansinam, KKN-PPM UGM Manokwari Menari 2026 berupaya menerjemahkan tema âTransformasi Potensi Lokal Menjadi Nilai Tambahâ ke dalam program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendorong penguatan ekonomi pesisir secara berkelanjutan. [Red. Zhafran Pradipta]
