Banda Neira, Maluku Tengah – Kegiatan KKN-PPM UGM di Banda Neira menjadi ruang pembelajaran bagi Ariq Haiba Satria, mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (PEK), Universitas Gadjah Mada, untuk memahami pembangunan inklusif melalui potensi dan kearifan lokal masyarakat. Salah satu kegiatan yang memberikan pembelajaran tersebut adalah eksplorasi dan dokumentasi pengetahuan obat tradisional bersama kelompok Mamalima.
Momen transisi dari ruang perkuliahan menuju dunia profesional merupakan fase krusial bagi setiap lulusan perguruan tinggi. Laporan Tracer Study 2026 menyajikan gambaran komprehensif mengenai tingkat penyerapan kerja, daya saing finansial, hingga kesesuaian kurikulum pembelajaran dengan kebutuhan industri bagi alumni lulusan tahun 2025 di Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM.
Tanjungpinang – Tim KKN-PPM UGM Gemerlap Pinang 2026 menggelar Gelar Budaya Pulau Penyengat bertema “Penyengat Gemilang, Bingkai Budaya Melayu” pada 1–2 Agustus 2026 di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kegiatan ini mengangkat kekayaan sejarah dan budaya Melayu melalui konsep wisata interaktif sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi setempat.
YOGYAKARTA — Menerima uang ganti rugi pembebasan lahan dalam jumlah fantastis ternyata tak menjamin kehidupan warga terdampak proyek jalan tol akan otomatis sejahtera. Keberhasilan masyarakat dalam beradaptasi dan menjaga stabilitas ekonomi pasca-pembebasan lahan justru sangat ditentukan oleh modal manusia (human capital) serta kapabilitas pengelolaan keuangan mereka.
Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo senilai Rp27–28 triliun sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) menghadirkan dinamika baru bagi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di balik janji percepatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan Joglosemar, proses pembebasan lahan membawa transformasi sosial-ekonomi yang kompleks bagi warga lokal. Riset terhadap rumah tangga penerima ganti rugi di Kapanewon Kalasan, Depok, dan Prambanan mengungkap fenomena krusial: pembebasan lahan bukan sekadar urusan administrasi ganti rugi, melainkan momentum krusial yang berkaitan erat dengan ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs).Â
Pendahuluan
Organisasi sektor publik menggunakan sumber daya yang besar untuk menjalankan kegiatan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu kegiatan yang sangat penting adalah pengadaan barang dan jasa. Pengadaan tidak hanya berkaitan dengan pembelian barang atau jasa dengan harga tertentu, tetapi juga berhubungan dengan kualitas, efisiensi anggaran, keberlanjutan lingkungan, kondisi sosial, dan tata kelola. Dalam perkembangan pengelolaan sektor publik, keputusan pengadaan mulai diarahkan untuk mempertimbangkan aspek sustainability. Pemerintah tidak hanya memilih barang atau jasa berdasarkan harga paling rendah, tetapi juga dapat mempertimbangkan kualitas, umur manfaat, penggunaan energi, dampak lingkungan, kondisi tenaga kerja, serta keberlanjutan pemasok. Pendekatan tersebut dikenal sebagai sustainable public procurement.
Pendahuluan
Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) telah menjadi salah satu agenda penting dalam pengelolaan organisasi sektor publik. Melalui Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 17 Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri atas 169 target untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. SDGs mencakup berbagai dimensi pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, kesetaraan, lingkungan, pertumbuhan ekonomi, hingga tata kelola institusi. Dalam konteks sektor publik, SDGs memiliki arti strategis karena pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai penyedia pelayanan publik, pengelola sumber daya, pembuat kebijakan, serta penggerak pembangunan. Oleh karena itu, pencapaian SDGs sangat bergantung pada kemampuan organisasi sektor publik dalam menerjemahkan tujuan pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan, program, anggaran, pelayanan, dan sistem pengelolaan organisasi.
JAYAPURA – Bulan Rimadhina Seva Kartika, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti (MPP), Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB), Sekolah Vokasi (SV), Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023, melaksanakan KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 sebagai bagian dari Tim Jejak Jayapura 2026 di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Berlangsung pada 20 Juni–8 Agustus 2026, kegiatan ini mengusung pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan fokus pada penguatan pendidikan, perekonomian, dan pariwisata berbasis potensi lokal. Pendekatan tersebut sejalan dengan tema besar Tim Jejak Jayapura, yaitu menghidupkan potensi Papua dari kampung melalui pengembangan eco-agro tourism, pemberdayaan masyarakat, literasi digital, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Mahasiswa KKN-PPM UGM Perkuat UMKM dan Potensi Lokal melalui Sertifikasi Halal dan Festival Darubira
Bulukumba — Potensi ekonomi dan pariwisata Desa Darubiah dan Desa Bira menjadi fokus pengabdian Oktavio Rizki, mahasiswa Program Studi D4 Pembangunan Ekonomi Kewilayahan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), melalui program KKN-PPM UGM di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Bersama tim, Oktavio menjalankan berbagai program yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku UMKM, lembaga mitra, dan masyarakat untuk memperkuat kapasitas sekaligus membuka ruang bagi potensi lokal agar dapat berkembang dan dikenal lebih luas.
Mahasiswa Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (DEB SV UGM), Keysha Nurnida Fadillah, berhasil mengikuti NUS Young Fellowship Programme 2026, sebuah program fully funded yang diselenggarakan oleh National University of Singapore (NUS) di Singapura pada 21–27 Juni 2026. Mengusung tema “AI and Graduate Research”, program ini mempertemukan peserta dari berbagai negara untuk mengeksplorasi perkembangan Artificial Intelligence (AI), penerapannya dalam penelitian, serta implikasinya terhadap dunia akademik dan industri.
