Pulau Banyak, Aceh Singkil (Juli 2025) – Sebagai bagian dari upaya nyata dalam mendorong tumbuhnya usaha mikro  , kecil, dan menengah (UMKM) lokal, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program KKN-PPM tim Banyak Bagia, Prodi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, sukses menggelar Pelatihan Pengolahan Hasil Laut. Kegiatan ini diselenggarakan pada 6 Juli 2025 dan berlangsung sehari penuh di Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.
SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY – Dalam rangka mengembangkan pemahaman finansial masyarakat serta memperkuat kapasitas warga secara menyeluruh, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program KKN-PPM di Padukuhan Janti mengusung berbagai kegiatan strategis. Fokus utama meliputi pengelolaan persampahan dan peningkatan kapasitas KPSM, pelatihan pembuatan dan pemasaran pakan lokal untuk ternak dan ikan, penguatan sentra industri melalui pelatihan serta pengembangan merek produk UMKM, penanggulangan stunting, pendampingan PHBS dan Germas, serta pengelolaan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) guna mendorong kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.
Siberut Selatan, Mentawai (2 Agustus 2025) – Perayaan budaya Punen Pusurakat berlangsung meriah di Desa Muntei dan Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai. Acara yang digelar bersama masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta mahasiswa UGM termasuk Ailsa Aurelia dari Prodi Akuntansi Sektor Publik, Departemen Ekonomika dan Bisnis, yang tergabung dalam tim KKN-PPM UGM Bingkai Mentawai 2025, ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga strategi memperkuat peran Pokdarwis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Biak Numfor, 23 September 2025 — Abdur Rozaq Assalami, mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Departemen Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2025 di Kampung Kanaan (Wardo), Distrik Biak Barat, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Sumber Daya Bahari Berkelanjutan untuk Mewujudkan Ekonomi Biru.”
Belitung — Kanya Cinantya Nisaaloka, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sijuk, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Desa Sijuk terdiri dari tiga dusun yaitu Ulu, Piak Air, dan Simpang Empat, yang memiliki potensi wisata dan budaya kaya seperti Masjid Al-Ikhlas (masjid tertua di Belitung), Kelenteng Sijuk, Mangrove Kuale, Lava Bantal Siantu, dan usaha lokal seperti belacan Sijok.
Wonosobo — Mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti, Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama tim melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini mengangkat tema “Pengembangan Sistem Pertanian Organik, Peningkatan Kualitas Kesehatan, serta Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan di Desa Sikunang, Desa Surengede, dan Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo”. KKN ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
Klaten — Karita Dwi Oktavia, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti, Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Borongan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Kegiatan yang mengusung tema “Desa Prioritas Penanganan Kemiskinan Tahun 2025” ini berfokus pada pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
(Kota pesisir Labuan Bajo – 30 s.d 31 Juli 2025) kembali menjadi tuan rumah sebuah forum akademik internasional, International Conference on Sustainable Economics, Management, and Accounting (ICSEMA) 2025. Konferensi ini mengangkat tema “Circular Economy and SMEs: Strengthening Rural Sustainability through Innovation and Collaboration”, sebuah topik yang sangat relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan negara berkembang lainnya.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini diselenggarakan oleh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana). Konferensi menghadirkan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara seperti Jepang, Inggris, Malaysia, dan Indonesia, yang memiliki kepedulian dan fokus terhadap penguatan ekonomi lokal melalui inovasi berkelanjutan.

Indonesia, sebagai bagian integral dari komunitas global, telah menunjukkan komitmen kuat terhadap agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan pada tahun 2015, dengan target ambisius untuk dicapai pada tahun 2030. Pencapaian tujuan-tujuan universal ini tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan menuntut peran krusial dari pemerintah daerah sebagai garda terdepan implementasi. Pemerintah daerah, dengan kedekatannya pada masyarakat dan pemahaman mendalam tentang konteks lokal, memiliki kapasitas unik untuk menerjemahkan target global menjadi aksi nyata yang relevan.
  Pengeluaran konsumsi rumah tangga memegang peran sentral dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Selama 15 tahun terakhir (2010–2024), kontribusinya rata-rata mencapai 55,3 persen, jauh melampaui kontribusi investasi yang sebesar 31,43 persen (Gambar 1). Hal ini menunjukkan bahwa dinamika konsumsi rumah tangga sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.



