Yogyakarta, Oktober 2026 — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DEB SV UGM). Ria Kartika Putri, mahasiswa Program Studi D4 Akuntansi Sektor Publik angkatan 2023, berhasil membawa tim Habitutor Indonesia meraih Juara II KMI Award Kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan Tahap Bertumbuh dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026. Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sebagai tuan rumah di Purwokerto, Jawa Tengah, pada 27 September hingga 1 Oktober 2026.
SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Yogyakarta, 8 Oktober 2026 — Olimpiade Akuntansi UGM 2026 sukses menyelenggarakan main event pada 3 Oktober 2026 di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM sebagai puncak rangkaian kompetisi yang mempertemukan siswa SMA dan SMK sederajat dari berbagai daerah di Indonesia. Mengusung semangat kompetisi dan pengembangan potensi generasi muda, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga menghadirkan wawasan profesional melalui sesi talkshow serta memberikan apresiasi kepada para peserta terbaik.Â
Penulis: Yuni Andari
Kemampuan keluarga menghadapi guncangan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh cara keluarga merencanakan pengeluaran dan mempersiapkan kebutuhan masa depan. Sikap hemat dan menabung dapat menjadi bagian dari strategi membangun ketahanan keuangan rumah tangga, terutama ketika menghadapi kehilangan pekerjaan, kenaikan harga kebutuhan pokok, atau kebutuhan mendesak. Oleh karena itu, pembentukan nilai keuangan dalam keluarga berkaitan dengan SDG 1 tentang pengentasan kemiskinan dan SDG 8 tentang pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, menabung bukan satu-satunya solusi kemiskinan karena kemampuan menyisihkan pendapatan juga bergantung pada kecukupan penghasilan dan akses terhadap perlindungan sosial.
Penulis: Yuni Andari
Pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mengelola keuangan. Sikap hemat dan kebiasaan menabung merupakan nilai penting yang dapat diperkenalkan kepada anak melalui keluarga dan lingkungan pendidikan. Penanaman nilai tersebut membantu anak memahami pentingnya merencanakan kebutuhan, membedakan keinginan dan kebutuhan, serta mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian ekonomi. Karena itu, pendidikan nilai hemat dan menabung relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.
Tiga mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Tim EcoYume, yaitu Naura Imana Ahmadi dan Firdaussy Prima Nataya dari Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti Angkatan 2025 serta Arif Rizki Pambudi dari Program Studi Akuntansi Sektor Publik Angkatan 2025, berhasil meraih Juara III pada GEDE 12th Essay Competition 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (HIMASEPA) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Malam penganugerahan (awarding) berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di Ruang Seminar Fakultas Pertanian, UPN “Veteran” Yogyakarta.
Sepaku, Kalimantan Timur – Bhaskara Dhanu Kusuma, mahasiswa Program Studi D4 Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026 di Desa Wono Sari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan KKN-PPM yang dilaksanakan oleh Bhaskara mengusung tema “Penguatan Kemandirian Sosial Ekonomi Masyarakat dalam Merespons Dinamika Pembangunan IKN Menuju Smart City Berkelanjutan”. Melalui tema ini, Bhaskara bersama timnya berfokus pada integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi di ruang masyarakat, pengembangan potensi lokal bernilai ekonomi, peningkatan ketahanan pangan, serta edukasi mengenai pengelolaan lingkungan. Melalui penguatan kapasitas tersebut, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan kemandiriannya dalam menghadapi perubahan yang dibawa oleh pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kalikajar, Wonosobo – Singkong menjadi salah satu komoditas pertanian yang banyak dimanfaatkan masyarakat Dusun Bulupayung, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Namun, penjualan singkong yang masih didominasi dalam bentuk mentah membuat potensi ekonomi komoditas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat peluang tersebut, Sephia Dwi Astuti, mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (PEK), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode 2 Tahun 2026, menghadirkan program Agropreneur Desa untuk mendorong pengolahan singkong menjadi produk bernilai tambah.
Manokwari, Papua Barat – Zhafran Pradipta, mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), turut mengambil peran dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Manokwari Menari 2026. Dalam kegiatan tersebut, Zhafran dipercaya sebagai Koordinator Mahasiswa Unit yang membersamai Tim KKN PPM UGM Manokwari Menari 2026 melakukan pengabdian di tiga kampung, yaitu Sau Abas, Bakaro, dan Mansinam.

YOGYAKARTA — Setiap kali harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi disesuaikan, perhatian publik hampir selalu tertuju pada inflasi. Kekhawatiran itu beralasan: energi menjadi input bagi hampir semua kegiatan ekonomi, dan studi terdahulu menemukan keterkaitan yang kuat antara konsumsi energi dan inflasi. Namun, bagi petani dan nelayan, wujud risiko inflasi yang paling nyata adalah tergerusnya daya tukar hasil panen dan tangkapan mereka—dan daya tukar itu tidak hanya bergantung pada harga BBM, tetapi juga pada jumlah BBM yang benar-benar tersalurkan.

YOGYAKARTA — Perdebatan tentang subsidi bahan bakar minyak (BBM) hampir selalu berkisar pada beban anggaran dan kebocoran penyaluran. Pertanyaan yang paling dekat dengan tujuan subsidi itu sendiri justru jarang diajukan: apakah BBM bersubsidi benar-benar memperbaiki kesejahteraan petani dan nelayan yang menjadi sasarannya?


