Kalikajar, Wonosobo – Singkong menjadi salah satu komoditas pertanian yang banyak dimanfaatkan masyarakat Dusun Bulupayung, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Namun, penjualan singkong yang masih didominasi dalam bentuk mentah membuat potensi ekonomi komoditas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat peluang tersebut, Sephia Dwi Astuti, mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (PEK), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode 2 Tahun 2026, menghadirkan program Agropreneur Desa untuk mendorong pengolahan singkong menjadi produk bernilai tambah.
News
Manokwari, Papua Barat – Zhafran Pradipta, mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), turut mengambil peran dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Manokwari Menari 2026. Dalam kegiatan tersebut, Zhafran dipercaya sebagai Koordinator Mahasiswa Unit yang membersamai Tim KKN PPM UGM Manokwari Menari 2026 melakukan pengabdian di tiga kampung, yaitu Sau Abas, Bakaro, dan Mansinam.

YOGYAKARTA — Setiap kali harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi disesuaikan, perhatian publik hampir selalu tertuju pada inflasi. Kekhawatiran itu beralasan: energi menjadi input bagi hampir semua kegiatan ekonomi, dan studi terdahulu menemukan keterkaitan yang kuat antara konsumsi energi dan inflasi. Namun, bagi petani dan nelayan, wujud risiko inflasi yang paling nyata adalah tergerusnya daya tukar hasil panen dan tangkapan mereka—dan daya tukar itu tidak hanya bergantung pada harga BBM, tetapi juga pada jumlah BBM yang benar-benar tersalurkan.

YOGYAKARTA — Perdebatan tentang subsidi bahan bakar minyak (BBM) hampir selalu berkisar pada beban anggaran dan kebocoran penyaluran. Pertanyaan yang paling dekat dengan tujuan subsidi itu sendiri justru jarang diajukan: apakah BBM bersubsidi benar-benar memperbaiki kesejahteraan petani dan nelayan yang menjadi sasarannya?
Tanjungpinang – Tim KKN-PPM UGM Gemerlap Pinang 2026 menggelar Gelar Budaya Pulau Penyengat bertema “Penyengat Gemilang, Bingkai Budaya Melayu” pada 1–2 Agustus 2026 di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kegiatan ini mengangkat kekayaan sejarah dan budaya Melayu melalui konsep wisata interaktif sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi setempat.
YOGYAKARTA — Menerima uang ganti rugi pembebasan lahan dalam jumlah fantastis ternyata tak menjamin kehidupan warga terdampak proyek jalan tol akan otomatis sejahtera. Keberhasilan masyarakat dalam beradaptasi dan menjaga stabilitas ekonomi pasca-pembebasan lahan justru sangat ditentukan oleh modal manusia (human capital) serta kapabilitas pengelolaan keuangan mereka.
Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo senilai Rp27–28 triliun sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) menghadirkan dinamika baru bagi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di balik janji percepatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan Joglosemar, proses pembebasan lahan membawa transformasi sosial-ekonomi yang kompleks bagi warga lokal. Riset terhadap rumah tangga penerima ganti rugi di Kapanewon Kalasan, Depok, dan Prambanan mengungkap fenomena krusial: pembebasan lahan bukan sekadar urusan administrasi ganti rugi, melainkan momentum krusial yang berkaitan erat dengan ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs).Â
Pendahuluan
Organisasi sektor publik menggunakan sumber daya yang besar untuk menjalankan kegiatan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu kegiatan yang sangat penting adalah pengadaan barang dan jasa. Pengadaan tidak hanya berkaitan dengan pembelian barang atau jasa dengan harga tertentu, tetapi juga berhubungan dengan kualitas, efisiensi anggaran, keberlanjutan lingkungan, kondisi sosial, dan tata kelola. Dalam perkembangan pengelolaan sektor publik, keputusan pengadaan mulai diarahkan untuk mempertimbangkan aspek sustainability. Pemerintah tidak hanya memilih barang atau jasa berdasarkan harga paling rendah, tetapi juga dapat mempertimbangkan kualitas, umur manfaat, penggunaan energi, dampak lingkungan, kondisi tenaga kerja, serta keberlanjutan pemasok. Pendekatan tersebut dikenal sebagai sustainable public procurement.
Pendahuluan
Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) telah menjadi salah satu agenda penting dalam pengelolaan organisasi sektor publik. Melalui Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 17 Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri atas 169 target untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. SDGs mencakup berbagai dimensi pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, kesetaraan, lingkungan, pertumbuhan ekonomi, hingga tata kelola institusi. Dalam konteks sektor publik, SDGs memiliki arti strategis karena pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai penyedia pelayanan publik, pengelola sumber daya, pembuat kebijakan, serta penggerak pembangunan. Oleh karena itu, pencapaian SDGs sangat bergantung pada kemampuan organisasi sektor publik dalam menerjemahkan tujuan pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan, program, anggaran, pelayanan, dan sistem pengelolaan organisasi.
Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menerima kembali 8.148 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026 dalam upacara penerimaan yang digelar Jumat (4/9). Momen ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di lokasi penempatan masing-masing, yang dijalani secara luring selama 50 hari, terhitung sejak 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.
