Pangan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menentukan kesejahteraan, ketahanan pangan, dan kualitas hidup masyarakat. Namun, kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan tidak hanya ditentukan oleh besarnya pengeluaran, tetapi juga oleh proporsi anggaran yang dialokasikan untuk pangan serta kuantitas asupan gizi yang diperoleh. Perbedaan kondisi ekonomi, tingkat harga, dan akses terhadap sumber pangan dapat menimbulkan kesenjangan pemenuhan kebutuhan gizi antara masyarakat perkotaan dan perdesaan. Oleh karena itu, analisis terhadap pola pengeluaran pangan dan asupan gizi rumah tangga di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DI Yogyakarta) menjadi penting untuk memahami perbedaan kondisi ketahanan pangan antarwilayah serta mengidentifikasi tantangan dalam mewujudkan akses pangan bergizi yang terjangkau dan merata.
SDG 2: Tanpa Kelaparan
Pangan dan Kesejahteraan Rumah Tangga
Pangan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menentukan kesejahteraan, ketahanan pangan, dan kualitas hidup masyarakat. Namun, persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan atau kemampuan membeli bahan pangan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar anggaran rumah tangga harus dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DEB SV UGM) tidak hanya menghadirkan program Sarapan Gratis Bergizi bagi mahasiswa selama Ujian Tengah Semester (UTS) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan pada 6 s.d. 17 April 2026, tetapi juga memberdayakan kantin internal Departemen Ekonomika dan Bisnis sebagai penyedia makanan.
Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DEB SV UGM) menyelenggarakan program Sarapan Gratis Bergizi bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung pada 6 s.d. 17 April 2026. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi ujian.
Oleh :
Dr. Agusta Ika Prihanti Nugraheni , S.E. , M.B.A ,
Elton Buyung Satrianto , S.E. , M.B.A , Satriyo Dwicahyo , S.E. , M.Sc. ,
Fani Pramuditya , S.E. , M.B.A. ,
Saiqa Ilham Akbar BS. , S.E. , M.Sc. ,
Dr. Johannes Soeprihanto , M.I.M.
Oleh : Dr. Agusta Ika Prihanti Nugraheni , S.E. , M.B.A , Elton Buyung Satrianto , S.E. , M.B.A , Satriyo Dwicahyo , S.E. , M.Sc. , Fani Pramuditya , S.E. , M.B.A. , Saiqa Ilham Akbar BS. , S.E. , M.Sc. , Dr. Johannes Soeprihanto , M.I.M.
Penguatan kapasitas fiskal di Kabupaten Gunungkidul bukan sekadar wacana di atas kertas. Program pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh tim akademisi UGM ini dirancang untuk menghasilkan perubahan nyata: aparatur daerah yang lebih paham persoalan fiskal, sekaligus mampu melahirkan inovasi konkret untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN TATA KELOLA KOPERASI MERAH PUTIH KALURAHAN KALIAGUNG KAPANEWON SENTOLO KULON PROGO

Kulon Progo, 31 Juli 2025 dosen dan mahasiswa D4 Akuntansi Sektor Publik Sekolah Vokasi UGM menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan tata kelola Koperasi Merah Putih. Pelatihan dan pendampingan ini dilaksanakan dalam rangkaian Program Pengabdian kepada Masyarakat 2025 dari Program Studi D4 Akuntansi Sektor Publik, Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi UGM sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan masyarakat di Kalurahan Kaliagung Sentolo Kulon Progo. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu masyarakat di Kalurahan Kaliagung menghadapi masalah dalam mengimplementasikan tata kelola koperasi yang baik, akuntabel, dan efektif pada Koperasi Merah Putih. Pelatihan dilakukan dengan memberikan pendampingan dan pelatihan teknis kepada pengurus maupun anggota Koperasi Merah Putih di Kalurahan Kaliagung bagaimana cara mengelola koperasi yang baik untuk mewujudkan koperasi menjadi lembaga ekonomi yang mandiri dan dapat memberikan kontribusi nyata pada peningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalurahan Kaliagung.
Koperasi Desa Merah Putih didirikan sebagai badan usaha yang beranggotakan masyarakat desa dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara bersama-sama melalui pemberdayaan potensi lokal dan pengelolaan berkelanjutan. Kehadirannya didasarkan pada kebijakan pemerintah terkait upaya peningkatan ketahanan pangan dan pusat penggerak ekonomi desa.

Ketahanan pangan Indonesia menghadapi tantangan serius, salah satunya menurunnya minat generasi muda untuk menjadi petani. Data Kementerian Pertanian (2021) menunjukkan penurunan jumlah generasi muda di sektor pertanian dari 29,18 persen pada 2011 menjadi hanya 19,18 persen pada 2021. Kondisi ini diperparah dengan dominasi petani berusia lanjut dan persepsi anak muda yang menganggap profesi petani sebagai pekerjaan berat, kurang menjanjikan, dan minim dukungan sosial.


