Tiga mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Tim EcoYume, yaitu Naura Imana Ahmadi dan Firdaussy Prima Nataya dari Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti Angkatan 2025 serta Arif Rizki Pambudi dari Program Studi Akuntansi Sektor Publik Angkatan 2025, berhasil meraih Juara III pada GEDE 12th Essay Competition 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (HIMASEPA) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Malam penganugerahan (awarding) berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di Ruang Seminar Fakultas Pertanian, UPN “Veteran” Yogyakarta.
News
Gunungkidul – Tim pengabdian kepada masyarakat Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama Kelompok Madu Mitra Gama mendokumentasikan Traditional Ecological Knowledge (TEK) mengenai lebah madu dan pengolahan madu di Hutan Wanagama melalui buku cerita anak berjudul “Petualangan Mengenal Madu di Hutan Wanagama”. Inisiatif ini bertujuan mengenalkan pengetahuan lokal kepada generasi muda agar tetap terjaga dan dapat diwariskan dari waktu ke waktu melalui media edukasi yang dekat dengan dunia anak.
Sepaku, Kalimantan Timur – Bhaskara Dhanu Kusuma, mahasiswa Program Studi D4 Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026 di Desa Wono Sari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan KKN-PPM yang dilaksanakan oleh Bhaskara mengusung tema “Penguatan Kemandirian Sosial Ekonomi Masyarakat dalam Merespons Dinamika Pembangunan IKN Menuju Smart City Berkelanjutan”. Melalui tema ini, Bhaskara bersama timnya berfokus pada integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi di ruang masyarakat, pengembangan potensi lokal bernilai ekonomi, peningkatan ketahanan pangan, serta edukasi mengenai pengelolaan lingkungan. Melalui penguatan kapasitas tersebut, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan kemandiriannya dalam menghadapi perubahan yang dibawa oleh pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kalikajar, Wonosobo – Singkong menjadi salah satu komoditas pertanian yang banyak dimanfaatkan masyarakat Dusun Bulupayung, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Namun, penjualan singkong yang masih didominasi dalam bentuk mentah membuat potensi ekonomi komoditas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat peluang tersebut, Sephia Dwi Astuti, mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (PEK), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode 2 Tahun 2026, menghadirkan program Agropreneur Desa untuk mendorong pengolahan singkong menjadi produk bernilai tambah.
Manokwari, Papua Barat – Zhafran Pradipta, mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), turut mengambil peran dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Manokwari Menari 2026. Dalam kegiatan tersebut, Zhafran dipercaya sebagai Koordinator Mahasiswa Unit yang membersamai Tim KKN PPM UGM Manokwari Menari 2026 melakukan pengabdian di tiga kampung, yaitu Sau Abas, Bakaro, dan Mansinam.

YOGYAKARTA — Setiap kali harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi disesuaikan, perhatian publik hampir selalu tertuju pada inflasi. Kekhawatiran itu beralasan: energi menjadi input bagi hampir semua kegiatan ekonomi, dan studi terdahulu menemukan keterkaitan yang kuat antara konsumsi energi dan inflasi. Namun, bagi petani dan nelayan, wujud risiko inflasi yang paling nyata adalah tergerusnya daya tukar hasil panen dan tangkapan mereka—dan daya tukar itu tidak hanya bergantung pada harga BBM, tetapi juga pada jumlah BBM yang benar-benar tersalurkan.

YOGYAKARTA — Perdebatan tentang subsidi bahan bakar minyak (BBM) hampir selalu berkisar pada beban anggaran dan kebocoran penyaluran. Pertanyaan yang paling dekat dengan tujuan subsidi itu sendiri justru jarang diajukan: apakah BBM bersubsidi benar-benar memperbaiki kesejahteraan petani dan nelayan yang menjadi sasarannya?
Tanjungpinang – Tim KKN-PPM UGM Gemerlap Pinang 2026 menggelar Gelar Budaya Pulau Penyengat bertema “Penyengat Gemilang, Bingkai Budaya Melayu” pada 1–2 Agustus 2026 di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kegiatan ini mengangkat kekayaan sejarah dan budaya Melayu melalui konsep wisata interaktif sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi setempat.
YOGYAKARTA — Menerima uang ganti rugi pembebasan lahan dalam jumlah fantastis ternyata tak menjamin kehidupan warga terdampak proyek jalan tol akan otomatis sejahtera. Keberhasilan masyarakat dalam beradaptasi dan menjaga stabilitas ekonomi pasca-pembebasan lahan justru sangat ditentukan oleh modal manusia (human capital) serta kapabilitas pengelolaan keuangan mereka.
Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo senilai Rp27–28 triliun sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) menghadirkan dinamika baru bagi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di balik janji percepatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan Joglosemar, proses pembebasan lahan membawa transformasi sosial-ekonomi yang kompleks bagi warga lokal. Riset terhadap rumah tangga penerima ganti rugi di Kapanewon Kalasan, Depok, dan Prambanan mengungkap fenomena krusial: pembebasan lahan bukan sekadar urusan administrasi ganti rugi, melainkan momentum krusial yang berkaitan erat dengan ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs).Â
