• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Departemen Ekonomika dan Bisnis
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Sekilas tentang DEB SV
    • Sejarah
    • Visi, Misi dan Tujuan Departemen
    • Struktur Pengelola
    • Staff Pengajar
    • Staff Tendik
    • Alur Layanan
  • Akademik
    • Program Studi
      • Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik
      • Sarjana Terapan Manajemen dan Penilaian Properti
      • Sarjana Terapan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan
      • Sarjana Terapan Perbankan
    • Kalender Akademik
    • Jadwal Ujian Tengah Semester
    • Panduan Akademik DEB
    • LAYANAN AKADEMIK
    • LAYANAN LAIN
      • Agenda Departemen
      • Dashboard Jadwal Perkuliahan
      • Peminjaman Ruang
      • Bantuan Petugas Perkuliahan
      • Barang Temuan
      • Aktivasi Akun Turnitin (Cek Plagiarisme)
      • LAYANAN PERPUSTAKAAN
      • Kuesioner Layanan
    • SOP Layanan Akademik
    • Jadwal Kuliah
    • Jadwal Ujian Tugas Akhir
    • Layanan Kontak Akademik
    • Ketentuan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
    • Informasi Akreditasi
    • Surat Keterangan Penyetaraan
  • Riset
    • Publikasi
    • Laboratorium DEB SV UGM
      • Profil Singkat Laboratorium DEB
      • Laboratorium Ekonomi
      • Lab. Akuntansi dan Pengembangan Bisnis
      • Kerjasama Institusi
    • Mitra Kerjasama
  • Kemahasiswaan
    • Etika dan Perilaku Mahasiswa DEB SV UGM
    • Komunitas Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
    • Informasi Beasiswa
    • Informasi Lowongan Magang
    • Informasi Lowongan Pekerjaan
    • Layanan Kemahasiswaan
  • Alumni
    • Tracer Study
    • Tracing Alumni
  • ADMISI
    • Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) TA 2026/2027
    • Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru (MABA)
    • 🌍 Visiting Student Program 2025
  • PENGABDIAN
  • Beranda
  • Berita
  • Visiting Company DEB SV UGM ke KEK Kendal: Menyaksikan Transformasi Wilayah melalui Industrialisasi Berkelanjutan

Visiting Company DEB SV UGM ke KEK Kendal: Menyaksikan Transformasi Wilayah melalui Industrialisasi Berkelanjutan

  • Berita, Berita, News, SDG 11 Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
  • 12 June 2026, 09.17
  • Oleh: Web Admin
  • 0

Kendal, 9 Juni 2026, Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Visiting Company ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan mempertemukan teori pembangunan ekonomi wilayah dengan realitas dunia industri. Kunjungan akademik ini menghadirkan Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro sebagai narasumber utama yang memberikan pemahaman mengenai peran kawasan industri dalam pembangunan ekonomi nasional dan regional. Selain itu, peserta juga memperoleh pemaparan langsung dari pihak PT Kawasan Industri Kendal mengenai perkembangan kawasan, capaian investasi, pengelolaan lingkungan, hingga strategi pengembangan sumber daya manusia yang diterapkan di KEK Kendal.

Bagi mahasiswa Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat secara langsung bagaimana investasi, industrialisasi, dan pembangunan infrastruktur mampu mengubah struktur ekonomi suatu wilayah serta menghasilkan dampak yang luas terhadap masyarakat dan daerah sekitarnya.

KEK Kendal: Kawasan Strategis Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro menjelaskan bahwa KEK Kendal merupakan salah satu kawasan strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing industri, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja. Sebelum memperoleh status resmi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019, kawasan ini dikenal sebagai Kawasan Industri Kendal (KIK).

KEK Kendal merupakan hasil kerja sama strategis antara Indonesia dan Singapura dengan struktur kepemilikan yang terdiri atas 51% PT Jababeka Tbk dan 49% Sembcorp Development Ltd. Kawasan ini diresmikan pada tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong sebagai simbol kuat kemitraan ekonomi kedua negara.

Sejak awal pengembangannya, KEK Kendal dirancang bukan hanya sebagai lokasi industri, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong transformasi wilayah secara berkelanjutan. Status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus memberikan berbagai kemudahan investasi dan insentif fiskal yang menjadikan kawasan ini semakin menarik bagi investor domestik maupun internasional.

 

Satu Dekade Perjalanan Menuju Kawasan Industri Berkelas Dunia

Perjalanan KEK Kendal dalam kurun waktu hampir sepuluh tahun menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Berbagai tonggak penting berhasil dicapai, mulai dari pendirian Politeknik Furniture Kendal pada tahun 2017, penetapan status KEK pada tahun 2019, hingga peningkatan realisasi investasi yang terus bertambah setiap tahunnya.

Pada tahun 2024, total investasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp141,7 triliun dengan lebih dari 61 ribu lapangan kerja tercipta. Capaian tersebut terus meningkat hingga April 2026, ketika total investasi mencapai sekitar Rp185,12 triliun dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 77 ribu orang.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa KEK Kendal telah menjadi salah satu pusat investasi dan manufaktur paling dinamis di Indonesia. Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kawasan industri dapat menjadi instrumen efektif dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Lokasi Strategis dan Infrastruktur Pendukung Investasi

Keunggulan utama KEK Kendal terletak pada lokasinya yang sangat strategis di koridor ekonomi Pantai Utara Jawa Tengah. Kawasan ini memiliki akses langsung ke berbagai simpul transportasi penting, seperti Pelabuhan Internasional Tanjung Emas, Bandara Internasional Ahmad Yani, jalan tol Trans Jawa, dan jaringan kereta api nasional.

Keberadaan Kendal Port semakin memperkuat konektivitas kawasan dalam mendukung kegiatan ekspor dan impor. Kombinasi antara aksesibilitas yang baik dan infrastruktur logistik yang memadai menjadikan KEK Kendal sebagai lokasi yang efisien bagi aktivitas produksi dan distribusi barang ke pasar domestik maupun internasional.

Selain itu, kawasan ini juga didukung oleh berbagai fasilitas berstandar internasional, termasuk pasokan listrik berkapasitas besar, sistem penyediaan air bersih, jaringan telekomunikasi berbasis fiber optik, jaringan gas alam, serta sistem keamanan yang beroperasi selama 24 jam.

Transformasi Wilayah: Dari Kawasan Tambak Menjadi Pusat Industri Modern

Salah satu aspek paling menarik dari KEK Kendal adalah proses transformasi wilayah yang terjadi selama pengembangannya. Kawasan yang saat ini menjadi pusat investasi dan manufaktur modern pada awalnya merupakan area tambak dan lahan pesisir dengan aktivitas ekonomi yang relatif terbatas. Melalui perencanaan yang matang dan investasi yang berkelanjutan, kawasan tersebut berhasil berkembang menjadi kawasan industri seluas 2.200 hektar yang terdiri atas berbagai klaster industri, seperti otomotif, elektronik, furnitur, tekstil, makanan dan minuman, serta energi terbarukan.

Transformasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan kawasan industri dapat mengubah struktur ekonomi suatu daerah dari sektor primer menuju sektor industri bernilai tambah tinggi. Dalam perspektif pembangunan ekonomi kewilayahan, fenomena ini mencerminkan proses transformasi struktural yang mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan masyarakat, serta daya saing wilayah.

Investasi Global dan Dampaknya terhadap Perekonomian Regional

Berdasarkan data hingga April 2026, KEK Kendal telah berhasil menarik 140 perusahaan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Tiongkok, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, Jerman, India, dan Thailand. Dominasi investasi berasal dari Tiongkok, Jepang disusul Indonesia dan Korea Selatan. Keberagaman asal investor tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan dunia internasional terhadap prospek KEK Kendal sebagai destinasi investasi manufaktur di Asia Tenggara.

Masuknya investasi tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi secara langsung melalui peningkatan produksi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga memunculkan multiplier effect yang mendorong berkembangnya sektor perdagangan, transportasi, jasa, perumahan, dan berbagai usaha pendukung lainnya.

Dampak ekonomi tersebut turut dirasakan oleh wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Kendal dan kawasan hinterland seperti Semarang, Ungaran, Grobogan, Brebes, Pati, dan Rembang. Dengan demikian, keberadaan KEK Kendal berkontribusi terhadap pemerataan pembangunan dan pengurangan kesenjangan antarwilayah.

Komitmen terhadap Industri Hijau dan Keberlanjutan Lingkungan

Di tengah pesatnya perkembangan industri, KEK Kendal tetap menempatkan aspek keberlanjutan sebagai salah satu prioritas utama. Pengelolaan kawasan dilakukan dengan mengacu pada prinsip kawasan industri ramah lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam regulasi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengoperasian Waste Water Treatment Plant (WWTP), pengelolaan limbah B3 secara terintegrasi, pemantauan kualitas udara secara berkala, serta pengembangan ruang terbuka hijau di berbagai area kawasan. Selain itu, KEK Kendal juga menjadi kawasan yang berhasil menarik investasi energi terbarukan pertama di Indonesia. Kehadiran industri panel surya dan material baterai kendaraan listrik menunjukkan upaya nyata kawasan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dan pembangunan industri yang lebih berkelanjutan.

Langkah-langkah tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak harus mengorbankan kualitas lingkungan. Sebaliknya, pembangunan industri dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan apabila didukung oleh tata kelola yang baik dan komitmen seluruh pemangku kepentingan.

 

Pengembangan SDM melalui Program Link and Match

Selain investasi dan infrastruktur, KEK Kendal juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan sumber daya manusia. Melalui program Link and Match, kawasan ini membangun kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Kerja sama dilakukan dengan pemerintah daerah, sekolah menengah kejuruan, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan melalui berbagai program, seperti kunjungan industri, guru magang, guru tamu, pelatihan prakerja, hingga penguatan kompetensi tenaga kerja.

Keberadaan Politeknik Furniture Kendal menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara pendidikan dan industri dalam menghasilkan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia kerja. Model pengembangan seperti ini menunjukkan pentingnya investasi pada sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

KEK Kendal dan Kontribusinya terhadap Pencapaian SDGs

Lebih dari sekadar kawasan industri, KEK Kendal juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs).

Dari sisi ekonomi, keberhasilan menarik investasi dan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja mendukung pencapaian SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dari sisi infrastruktur dan industrialisasi, pembangunan kawasan yang dilengkapi fasilitas berstandar internasional sejalan dengan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) yang menekankan pentingnya industrialisasi berkelanjutan dan penguatan infrastruktur. Program Link and Match, kerjasama dengan sekolah dan perguruan tinggi, serta pengembangan Politeknik Furniture Kendal mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja. Sementara itu, pengelolaan limbah, pengendalian emisi, pengembangan ruang hijau, serta masuknya investasi energi terbarukan menunjukkan kontribusi terhadap SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 13 (Climate Action). Di sisi lain, dampak ekonomi yang dirasakan oleh wilayah sekitar memperlihatkan kontribusi terhadap SDG 10 (Reduced Inequalities) dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pemerataan pembangunan wilayah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan investor internasional juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) sebagai pondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

 

Laboratorium Hidup bagi Mahasiswa Pembangunan Ekonomi Kewilayahan

Bagi mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, KEK Kendal merupakan laboratorium hidup yang menghadirkan berbagai konsep pembangunan ekonomi dalam bentuk nyata. Teori lokasi industri, ekonomi aglomerasi, multiplier effect, pertumbuhan ekonomi regional, hingga konsep kawasan ekonomi khusus dapat diamati secara langsung melalui aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut. Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara investasi, industrialisasi, pembangunan wilayah, dan keberlanjutan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep secara teoritis, tetapi juga melihat bagaimana kebijakan pembangunan diterapkan dalam praktik serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Penutup

Kegiatan Visiting Company ke KEK Kendal menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa DEB SV UGM. Kunjungan ini menunjukkan bahwa kawasan industri modern tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi dan investasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendorong transformasi ekonomi wilayah, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan, KEK Kendal menghadirkan contoh nyata bagaimana industrialisasi dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian berbagai tujuan SDGs. Bagi mahasiswa Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, pengalaman ini menjadi pembelajaran penting untuk memahami tantangan dan peluang pembangunan wilayah di masa depan secara lebih komprehensif dan kontekstual.[Red. Laksmi]

Tags: SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Post

  • Visiting Company DEB SV UGM ke KEK Kendal: Menyaksikan Transformasi Wilayah melalui Industrialisasi Berkelanjutan
  • Penyesuaian Jadwal Pendaftaran Tugas Akhir , Ujian Tugas Akhir, dan Yudisium Bulan Juni – Agustus 2026
  • Expo Kewirausahaan Mahasiswa DEB SV UGM 2026 – Batch 1
  • Workshop Upgrade Profil, Unlock Karier: LinkedIn untuk Personal/Professional Branding 💼
  • Kuliah Lapangan Prodi Manajemen dan Penilaian Properti UGM di The Alana Yogyakarta Hotel Convention Center: “Mahasiswa Belajar Best Practice Pengembangan Bisnis Properti Apartemen”
Universitas Gadjah Mada

Departemen Ekonomika dan Bisnis

Sekolah Vokasi

Universitas Gadjah Mada

Gedung Suhardi Sigit, Jl. Prof. Dr. Mr. Drs. Notonegoro No.1 Bulaksumur, Yogyakarta 55281

+(62) 274 513367 | +(62) 274 549289

deb.sv@ugm.ac.id

 

Program Studi

Akuntansi Sektor Publik Manajemen dan Penilaian Properti Pembangunan Ekonomi Kewilayahan Perbankan

Tautan

Sekolah Vokasi UGM Simaster UGM eLOK UGM e-Lisa Simaster HRIS Tracer Study Career Center (VDC) Laboratorium DEB

Unduhan

Unduhan

Media Sosial

© Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY