Yogyakarta, 21 Oktober 2025 — Di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia, pemerintah tidak selalu mampu mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan ekonomi sendirian dikarenakan keterbatasan sumber daya. Filantropi dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pembangunan ekonomi berbasis keadilan sosial. Filantropi telah lama memainkan peran penting dalam peradaban manusia, membentuk struktur sosial, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi. Selama berabad-abad, konsep ini telah berkembang dari sekadar tindakan amal sederhana menjadi pendekatan yang lebih terstruktur dan strategis yang bertujuan untuk mengatasi tantangan sosial. Hall (1999), mendefinisikan filantropi sebagai tindakan sukarela individu atau kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian sumber daya, waktu, atau tenaga tanpa mengharapkan imbalan finansial langsung.
SDG 1: Tanpa Kemiskinan

Pengasih, Kulon Progo – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (DEB SV UGM) yang diketuai oleh Yuni Andari, S.E., M.Si menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat pada 30 Agustus 2025 di Balai Desa Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas bisnis pelaku UMKM melalui pelatihan softskill dan profiling bisnis, bekerja sama dengan BUMDes Binangun Sendang Artha.

Yogyakarta, 21 Oktober 2025 — Dalam upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 1, yakni No Poverty atau “Tanpa Kemiskinan”, berbagai strategi telah ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat. Salah satunya adalah dengan memperkuat praktik filantropi sebagai bentuk solidaritas sosial dan dukungan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu. Namun, hasil penelitian Andari, et al (2025) menunjukkan bahwa filantropi di Indonesia belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian tersebut mengungkap bahwa kontribusi kegiatan filantropi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih sangat kecil, yakni rata-rata hanya sekitar 0,037% untuk seluruh provinsi selama periode 2021-2023. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas sosial dan keagamaan seperti zakat, infaq maupun sedekah belum berperan optimal dalam meningkatkan kapasitas ekonomi daerah.
Stabilitas ekonomi nasional berawal dari kemandirian finansial setiap rumah tangga. Dalam konteks agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), kemampuan masyarakat untuk menabung menjadi indikator krusial dalam mencapai SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak).
Watusari dan Gandusari, Jawa Tengah (20 Juni–8 Agustus 2025) – Dalam sebuah inisiatif yang bertujuan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, sekelompok mahasiswa Program Studi Perbankan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Watusari dan Gandusari. Selama kurang lebih 50 hari, mereka menyelenggarakan serangkaian workshop yang berfokus pada keterampilan budgeting, desain logo kreatif menggunakan Canva, serta pelatihan kewirausahaan untuk anak-anak melalui kegiatan kerajinan manik-manik.
Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY – Dalam rangka mengembangkan pemahaman finansial masyarakat serta memperkuat kapasitas warga secara menyeluruh, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program KKN-PPM di Padukuhan Janti mengusung berbagai kegiatan strategis. Fokus utama meliputi pengelolaan persampahan dan peningkatan kapasitas KPSM, pelatihan pembuatan dan pemasaran pakan lokal untuk ternak dan ikan, penguatan sentra industri melalui pelatihan serta pengembangan merek produk UMKM, penanggulangan stunting, pendampingan PHBS dan Germas, serta pengelolaan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) guna mendorong kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.
Batam – Efina Anastasya Septiana, mahasiswa dari Program Studi Ilmu Terapan (ASP) Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2025 di Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam. Dalam pelaksanaannya, Efina memberikan pemaparan mengenai literasi keuangan rumah tangga kepada ibu-ibu dari Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Sekanak Raya. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Sekanak Raya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menabung, berinvestasi, dan mengalokasikan dana darurat.
Klaten — Karita Dwi Oktavia, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti, Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Borongan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Kegiatan yang mengusung tema “Desa Prioritas Penanganan Kemiskinan Tahun 2025” ini berfokus pada pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
(Kota pesisir Labuan Bajo – 30 s.d 31 Juli 2025) kembali menjadi tuan rumah sebuah forum akademik internasional, International Conference on Sustainable Economics, Management, and Accounting (ICSEMA) 2025. Konferensi ini mengangkat tema “Circular Economy and SMEs: Strengthening Rural Sustainability through Innovation and Collaboration”, sebuah topik yang sangat relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan negara berkembang lainnya.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini diselenggarakan oleh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana). Konferensi menghadirkan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara seperti Jepang, Inggris, Malaysia, dan Indonesia, yang memiliki kepedulian dan fokus terhadap penguatan ekonomi lokal melalui inovasi berkelanjutan.
Prof.Mudrajad Kuncoro , salah satu Dosen dan Guru Besar di Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM memberikan kontribusinya kembali dengan membuat artikel yang berjudul “BI-Rate dan Strategi Pro-Poor Growth” di laman website Info Bank https://infobanknews.com/bi-rate-dan-strategi-pro-poor-growth/



