Yogyakarta – Tim peneliti Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, tengah mengkaji peran sustainability assurance dan jenis verifikator dalam meningkatkan kualitas pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta kaitannya dengan risiko perusahaan. Penelitian berjudul “Pengaruh Sustainability Assurance dan Jenis Verifikator terhadap Kualitas ESG dan Risiko Perusahaan” ini menyoroti pentingnya kredibilitas informasi keberlanjutan di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas dunia usaha. Pelaporan ESG semakin menjadi perhatian investor, regulator, dan masyarakat. Namun, peningkatan jumlah laporan keberlanjutan belum selalu diikuti oleh kualitas informasi yang memadai. Potensi pengungkapan yang bersifat simbolis atau greenwashing, serta perbedaan praktik verifikasi independen, menjadi tantangan dalam memastikan bahwa informasi keberlanjutan benar-benar dapat dipercaya.
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Yogyakarta – Tim peneliti dari Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, melaksanakan penelitian mengenai “Pengaruh Sustainability Assurance dan Jenis Verifikator terhadap Kualitas ESG dan Risiko Perusahaan”. Penelitian ini mengkaji peran verifikasi independen atas laporan keberlanjutan (sustainability assurance) dalam meningkatkan kredibilitas informasi Environmental, Social, and Governance (ESG), serta implikasinya terhadap risiko perusahaan di Indonesia.
Menabung sebagai Kunci Ketenangan Finansial: Mengapa Penghasilan Saja Tidak Cukup
Banyak orang beranggapan bahwa kenaikan penghasilan otomatis membuat seseorang merasa tenang secara finansial. Kenyataannya, tidak sedikit pekerja berpenghasilan cukup tinggi yang tetap cemas menjelang akhir bulan karena cicilan, tagihan, dan pengeluaran konsumtif menghabiskan pendapatan mereka. Sebaliknya, ada keluarga berpenghasilan sederhana yang merasa lebih aman karena terbiasa menyisihkan sebagian pendapatan, misalnya melalui tabungan bank, koperasi, atau arisan yang dikelola dengan baik.
Pendahuluan
Di tengah persaingan layanan keuangan digital, bank tidak cukup hanya menawarkan aplikasi yang mudah digunakan. Nasabah juga perlu merasa bahwa bank memahami kebutuhan mereka, memberikan informasi yang benar, dan mampu menjaga keamanan transaksi. Karena itu, komunikasi pemasaran digital semakin penting bukan hanya untuk memperkenalkan produk, tetapi juga untuk membangun hubungan dan kepercayaan.
Pendahuluan
Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses dan menggunakan layanan perbankan. Digital banking memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi secara praktis tanpa harus datang ke kantor cabang. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti tantangan, terutama dalam membangun kepercayaan nasabah terhadap keamanan transaksi, perlindungan data pribadi, dan keandalan sistem perbankan. Oleh karena itu, bank tidak cukup hanya menyediakan teknologi yang canggih, tetapi juga perlu membangun hubungan yang kuat dengan nasabah melalui komunikasi pemasaran digital yang efektif.

Setiap hari bursa, angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) muncul di layar berita. Bagi banyak orang, angka itu terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal pasar modal punya jalur yang nyata menuju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, jalur yang juga menjadi bagian dari agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Setiap bulan, banyak pekerja muda di kota-kota Indonesia menghadapi pilihan yang sama, meski jarang diucapkan. Gaji baru masuk, cicilan menunggu, kebutuhan harian terus berjalan. Di sela itu ada satu pertanyaan yang mudah ditunda: apakah sebagian penghasilan perlu disisihkan untuk melindungi diri dari hal yang belum tentu terjadi?
Oleh: Chandrika Ayu P
Kemudahan akses pembiayaan kini memberikan masyarakat semakin banyak pilihan untuk membeli kendaraan bermotor maupun barang konsumsi secara kredit. Selain melalui bank, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan perusahaan pembiayaan (multifinance) yang menawarkan proses pembiayaan relatif fleksibel. Namun, meningkatnya persaingan antara bank dan perusahaan pembiayaan turut menghadirkan tantangan bagi kualitas kredit perbankan, terutama pada bank dengan tingkat penyaluran kredit yang tinggi.
Angka 45,15 °C bukan suhu udara yang tertera di aplikasi cuaca, melainkan suhu permukaan tanah tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2025, yang terekam satelit di Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Enam tahun sebelumnya, angka tertinggi masih 41,68 °C. Kenaikan ini tidak terjadi secara acak. Bila ditelusuri bersama sebaran objek wisata dan perubahan tutupan lahan, pola panas tersebut bercerita tentang cara Yogyakarta tumbuh sebagai kota wisata. Cerita itu terungkap dalam analisis spasial penelitian yang menggunakan data citra Landsat, tutupan lahan Google Dynamic World, titik wisata OpenStreetMap, dan batas administrasi Ina-Geoportal dipadukan untuk 78 kecamatan pada 2019, 2022, dan 2025. Dari analisis tersebut, setidaknya ada tiga hal yang patut menjadi perhatian.
Yogyakarta – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) memetakan madu hutan Wanagama sebagai penggerak utama wisata agro-edukasi di Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Pemetaan ini menjadi dasar peta jalan pengembangan wisata desa periode 2026–2028 yang diserahkan kepada Pemerintah Kalurahan Banaran.





