GUNUNGKIDUL – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan bertajuk “Optimalisasi Ekosistem Bisnis dan Strategi Pemasaran Terpadu Produk UMKM” yang berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan ini bertempat di Aula Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul.
Pelaksanaan kegiatan menghadirkan narasumber Fitri Damayanti Berutu, S.E., S.S., M.Sc., didampingi oleh Tim Pengabdian yang dipimpin oleh Laksmi Yustika Devi, S.P., M.Si., Ph.D. beserta anggota tim akademisi, yaitu Dr. RY Kun Haribowo Purnomosidi, Yuni Andari, S.E., M.Si., dan Dr. Anggi Rahajeng, S.E., M.Ec. Acara ini diikuti secara antusias oleh 20 pelaku UMKM lokal di Kalurahan Banaran.
Fokus Pelatihan: Transformasi Mindset dan Strategi Pemasaran 5P
Dalam pemaparannya, Fitri Damayanti Berutu menyoroti tantangan utama yang dihadapi UMKM lokal, seperti kemasan produk yang masih sederhana, ketiadaan identitas branding yang kuat, serta ketergantungan pada rantai distribusi konvensional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, materi difokuskan pada penerapan Strategi Pemasaran Terpadu 5P (Product, Price, Place, Promotion, People):
- Product (Produk): Redesain kemasan modern, higienis (seperti penggunaan standing pouch ziplock), pembentukan anatomi label yang informatif, serta pentingnya pendampingan legalitas NIB, P-IRT, dan Sertifikasi Halal.
- Price (Harga): Simulasi perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang presisi agar usaha memperoleh margin keuntungan yang berkeadilan.
- Place (Saluran Distribusi): Penataan display toko offline/BUMDes serta pemanfaatan kanal digital marketing dan e-commerce.
- Promotion (Promosi): Pemanfaatan storytelling marketing berbasis kearifan lokal dan promosi digital melalui media sosial.
- People (SDM): Peningkatan kapasitas pelayanan konsumen dan responsivitas layanan pelanggan.
Strategi pemasaran digital juga diperkuat melalui pembuatan dan pengoptimalan Google Business Profile. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas secara lokal di mesin pencari dan Google Maps, sehingga memudahkan wisatawan maupun calon pembeli menemukan lokasi toko, informasi produk, jam operasional, hingga kontak pemesanan secara langsung.
Kegiatan pengabdian ini ini tidak hanya berhenti pada pelatihan satu hari, tetapi dilanjutkan dengan pembuatan Rencana Kerja 90 Hari. Rencana kerja 90 hari ini diawali pada bulan pertama dengan fokus pada optimalisasi produk melalui transformasi ke lima bentuk kemasan modern serta pengurusan sertifikasi Halal dan P-IRT. Memasuki bulan kedua, kegiatan berlanjut pada penataan harga melalui penghitungan HPP yang akurat, pendistribusian produk ke sepuluh warung desa, dan aktivasi akun resmi marketplace. Pada bulan ketiga, aktivasi digital diperluas lewat peluncuran katalog WhatsApp Business, konten media sosial rutin minimal tiga kali seminggu, serta evaluasi penjualan bulanan. Seluruh keberhasilan program ini diukur melalui indikator kinerja utama (KPI) sederhana, yang meliputi volume penjualan bulanan, penambahan jaringan reseller atau mitra warung, serta pertumbuhan pengikut di media sosial.
Mendukung Pencapaian SDGs
Program ini dirancang untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kegiatan ini, Departemen Ekonomika dan Bisnis pada umumnya dan Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan secara khusus terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal berbasis kemitraan akademisi dan komunitas. [Red. Laksmi]




