Yogyakarta, 24 Mei 2026 – Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Andai Aku Pro berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Pioneers UGM 2026 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Gadjah Mada (HIPMI PT UGM). Kompetisi yang mengusung tema “Smarter Supply Chains to Power Small Local Businesses” ini mencapai puncaknya pada babak final yang diselenggarakan di Hotel UC UGM pada Sabtu (24/5).
Tim Andai Aku Pro terdiri atas Ardia Mustika Ramadhani dari Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan angkatan 2025 sebagai ketua tim, Ja’far Shodiq Hibatullah dari Program Studi Teknologi Informasi angkatan 2025, serta Fatimatuzahra dari Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan angkatan 2025. Dalam kompetisi tersebut, mereka didampingi oleh dosen pembimbing, Dr. R.Y. Kun Haribowo Purnomosidi, M.Si. dari Sekolah Vokasi UGM.
Pada kompetisi ini, Tim Andai Aku Pro mengusung gagasan berjudul “Batara: Platform Smart Shared-Capacity Logistics berbasis AIoT dengan Real Time Routing dan Electric Fleet untuk Dekarbonisasi serta Efisiensi Distribusi Middle-Mile.” Ide tersebut menawarkan solusi terhadap tingginya biaya logistik dan emisi karbon di sektor transportasi melalui pemanfaatan armada listrik, teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT), sistem berbagi kapasitas muatan (shared capacity logistics), serta optimasi rute secara real time.
Ketua tim, Ardia Mustika Ramadhani, menjelaskan bahwa Batara dirancang untuk membantu pelaku usaha, khususnya UMKM, memperoleh layanan distribusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Menurutnya, masih banyak kendaraan logistik yang beroperasi dengan kapasitas tidak optimal sehingga menyebabkan biaya distribusi tinggi dan meningkatkan emisi karbon.
“Melalui Batara, kami ingin menghadirkan sistem logistik yang lebih cerdas dengan memanfaatkan teknologi AIoT untuk optimasi rute dan pemantauan pengiriman secara real time. Selain itu, penggunaan armada listrik diharapkan dapat mendukung upaya dekarbonisasi sektor logistik sekaligus menekan biaya operasional,” ujarnya.
Keberhasilan meraih Juara 2 pada kompetisi tingkat nasional ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UGM mampu menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan industri masa depan. Selain berorientasi pada efisiensi ekonomi, Batara juga dirancang untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia melalui pengurangan emisi karbon dari aktivitas distribusi barang.
Tim Andai Aku Pro berharap gagasan yang mereka kembangkan dapat terus disempurnakan dan berpotensi diimplementasikan secara nyata guna mendukung transformasi sektor logistik Indonesia yang lebih berkelanjutan, efisien, dan inklusif bagi pelaku usaha kecil maupun menengah. [Red. Ardia Mustika]
Â


