Merauke, 4 September 2026 — Dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DEB SV UGM), turut berkontribusi dalam pengembangan ekosistem digital bagi produk pertanian dan pangan unggulan di kawasan transmigrasi Muting, Kabupaten Merauke. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan Digipangan.id, sebuah marketplace yang dirancang untuk menghubungkan petani dan pelaku usaha lokal dengan konsumen secara lebih langsung.
Pengembangan Digipangan.id merupakan bagian dari program kolaborasi Kementerian Transmigrasi dengan Universitas Gadjah Mada. Dalam rangka memperkuat implementasi program tersebut, Tim TEP UGM melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merauke pada Jumat (4/9).
Audiensi dihadiri oleh Ketua Tim TEP UGM Digipangan, Dr. Faiz Zamzami, S.E., M.Acc., serta Ketua Tim TEP UGM Bidang Produk Olahan Pertanian, Mukhlis, S.E., M.Acc. Keduanya merupakan dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi UGM.
Pertemuan tersebut membahas potensi pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran komoditas dan produk unggulan dari kawasan Muting. Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan Digipangan.id sebagai platform yang dapat memperpendek rantai pemasaran produk pertanian dan pangan.Melalui platform tersebut, petani dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat menawarkan produknya secara lebih luas serta membangun hubungan yang lebih langsung dengan konsumen. Mekanisme tersebut berpotensi mengurangi ketergantungan produsen terhadap rantai perantara sekaligus membuka peluang untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merauke menyambut baik program yang dikembangkan melalui kolaborasi Kementerian Transmigrasi dan UGM tersebut. Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu unsur penting dalam memperluas pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran dan peningkatan daya saing produk lokal. Dr. Faiz Zamzami menjelaskan bahwa Digipangan.id tidak hanya dikembangkan sebagai sarana transaksi daring, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi digital yang berpihak kepada petani dan pelaku usaha.
“Digipangan.id akan menjadi marketplace yang mempertemukan konsumen dengan petani secara langsung. Dengan demikian, diharapkan rantai pemasaran dapat menjadi lebih pendek dan petani memiliki kesempatan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari produk yang mereka hasilkan,” ujar Faiz.
Pendampingan Pemasaran Berbasis AI
Pengembangan platform Digipangan.id akan dilanjutkan melalui pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat serta pelaku usaha di kawasan Muting. Salah satu materi yang disiapkan adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung kegiatan pemasaran digital. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat akan diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk membuat materi promosi, menyusun strategi pemasaran, mengenali karakteristik target konsumen, dan memperluas jangkauan produk melalui berbagai kanal digital.
Penguasaan teknologi pemasaran dinilai semakin penting agar pelaku usaha lokal tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga dapat membangun merek, menyampaikan keunggulan produknya, dan menjangkau konsumen secara lebih efektif.Selain pemasaran digital, Tim TEP UGM juga akan mendampingi masyarakat dalam pengembangan kemasan produk. Kemasan yang menarik, informatif, dan memiliki identitas yang kuat diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing produk ketika dipasarkan ke luar daerah.
Program tersebut juga mencakup pembuatan prototipe produk unggulan kawasan Muting. Pengembangan prototipe diperlukan untuk menghasilkan produk yang tidak hanya berbasis pada potensi sumber daya lokal, tetapi juga mempunyai bentuk, kualitas, kemasan, dan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Menguatkan Ekosistem Usaha Lokal
Kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi, Universitas Gadjah Mada, dan Pemerintah Kabupaten Merauke diharapkan dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.Integrasi antara potensi sumber daya lokal, inovasi produk, peningkatan kapasitas masyarakat, dan teknologi digital menjadi fondasi untuk membangun ekosistem usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Keterlibatan dosen DEB SV UGM dalam program ini juga mencerminkan penerapan keilmuan ekonomi dan bisnis untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada penciptaan produk, tetapi juga mencakup penguatan model bisnis, pemasaran, kemasan, dan akses pasar.Dengan hadirnya Digipangan.id, produk-produk unggulan Muting diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas melalui ekosistem perdagangan digital.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi ekonomi kawasan berbasis potensi lokal. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat Muting diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah, berdaya saing, dan memiliki akses pasar yang semakin terbuka. [Red. Faiz]

