Oleh: Fosa Sarassina
Dunia media sosial termasuk di dalamnya, para influencer, identik dengan kecantikan dan ketampanan, fashion yang stylish dan trendy, dan kemewahan. Sebegitu kuatnya pengaruh looks dan kekayaan, hingga bila anak muda, gen z terutama, ditanya siapa idolanya, jawbannya mereka rata-rata influencer kecantikan seperti Tasya Farasya dan Rachel Venya atau influencer dengan kekayaan luar biasa seperti Sisca Kohl dan Zhafira Aqyla. Trend ini sepertinya akan terus ada, tetapi sepertinya, selain kedua jenis karakteristik idola itu, akhir-akhir ini, muncul bentuk influencer baru, yang dibangun bukan dengan keglamoran atau kecantikan, ketampanan dan kemewahan, tapi dengan kepintaran. Trend baru ini muncul karena adanya inisiatif Ruang Guru yang mengadakan kompetisi Academic of champion (AOC) dan Clash of Champion (COC). Berkat adanya AOC dan COC, masyarakat Indonesia bisa menyaksikan munculnya generasi baru influencer “anak pintar” yang diidolakan bukan karena ketampanan atau kecantikan tetapi karena kecerdasan dan prestasi mereka yang luar biasa.






