Alhamdulillāh, 16 Juli 2026 tim kami meraih Best Paper Award pada International Conference on Sustainable Economics Management & Accounting (ICSEMA) di Lombok. Artikel yang telah kami revisi juga sudah kami submit ke jurnal Q1, International Journal of Public Administration, dan saat ini sedang dalam proses peer review. Semoga Allah memberikan hasil terbaik dan menjadikannya ilmu yang bermanfaat.
Paper kami menganalisis bagaimana Transformasi Kota Semarang menuju Smart City merupakan contoh nyata implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions). Sejak 2013, di bawah kepemimpinan Hendrar Prihadi, Semarang mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui integrasi layanan publik, sistem pengadaan elektronik, transparansi anggaran, dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Transformasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga mengatasi berbagai tantangan perkotaan seperti banjir, kemacetan, serta rendahnya kepercayaan publik akibat praktik korupsi dan tata kelola yang belum efektif.
Implementasi Smart City di Semarang menunjukkan bahwa inovasi digital akan memberikan dampak yang berkelanjutan apabila didukung oleh reformasi kelembagaan, kepemimpinan yang kuat, serta partisipasi masyarakat. Digitalisasi pelayanan publik berhasil meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas layanan pemerintah sehingga memperkuat institusi publik sesuai dengan tujuan SDG 16. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan daya saing perdagangan dan jasa sekaligus membangun infrastruktur digital yang inklusif mendukung pencapaian SDG 9, sedangkan pengelolaan kota yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan warga mempercepat terwujudnya SDG 11. Pengalaman Semarang memberikan pelajaran penting bahwa pembangunan kota cerdas bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan transformasi tata kelola yang mampu menciptakan pembangunan perkotaan yang inklusif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi oleh kota-kota lain di negara berkembang.
Prestasi di level internasional dari ketiga dosen Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Sekolah Volasi UGM, ini kembali mengingatkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjadi yang terbaik (ihsan dan itqan). Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian mengerjakan suatu pekerjaan, ia menyempurnakannya (itqan).” Islam juga mengajarkan agar kita work smart (berilmu, fokus pada yang paling bermanfaat, dan terus belajar), work hard (bersungguh-sungguh dalam ikhtiar), serta bertawakal setelah melakukan usaha terbaik. Sebagaimana firman Allah, “Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39).
Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa keunggulan tidak lahir dari keberuntungan semata, tetapi dari niat yang ikhlas, kerja sama yang solid, kerja cerdas, kerja keras, doa yang tak putus, dan istiqamah. Prestasi sejati bukan hanya memperoleh penghargaan, tetapi menghadirkan manfaat bagi umat dan menjadi amal jariyah.
Terima kasih kepada Ibu Latri Wihastuti, M.Sc. dan Dr. Kun Haribowo atas kerja sama, dedikasi, dan persahabatan akademik yang luar biasa. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap langkah kita, memudahkan proses review jurnal, serta membuka pintu bagi berbagai prestasi berikutnya. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn,” ujar Prof. Mudrajad.
Ucapan tersebut sekaligus menjadi harapan agar semangat kolaborasi dan kebersamaan terus terjaga sehingga mampu menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia akademik [Red. Mudrajad Kuncoro]



