Yogyakarta – 9 Maret 2026 — Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM (DEB SV UGM), sukses menyelenggarakan kegiatan Public Lecture for Students bertajuk “On Public Goods, Common Pool Resources, and Community Empowerment: Based on Intermediate-level Microeconomic Theory and Experimental Results” pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, bertempat di Ruang R.104 DEB SV UGM dan juga disiarkan melalui Zoom Meeting.
SDG 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan
Yogyakarta, 27 Februari 2026 – Universitas Gadjah Mada kembali memperkuat kolaborasi strategis bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Seremoni Implementasi Kerja Sama yang diselenggarakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM. Dalam momentum tersebut, Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) Sekolah Vokasi UGM menjadi salah satu penerima manfaat utama melalui dukungan sarana pembelajaran berupa 60 unit komputer.
Mahasiswi Akuntansi UGM Raih Juara 1 Lomba Essay Nasional di Tengah Kesibukan Magang dan Tugas Akhir
Alkansa Fauziyyah, mahasiswi Jurusan Akuntansi Sektor Publik Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada angkatan 2022, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 dalam Lomba Inovasi Mahasiswa Kategori Essay yang diselenggarakan oleh Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) di Universitas Brawijaya. Kompetisi bergengsi tingkat nasional ini berlangsung secara offline dari 31 Oktober – 2 November 2025
Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) Sekolah Vokasi UGM telah menyelesaikan kerja sama strategis dengan PT PLN (Persero) Pusdiklat dalam penyusunan materi Kompetensi Keahlian Jabatan (KKJ) untuk Profesi Manajemen Properti. Kegiatan yang berlangsung selama 85 hari, dari 25 Maret hingga 17 Juni 2025, bertujuan untuk mendukung kebutuhan pelatihan internal PLN dalam bidang properti dan manajemen aset. Penyusunan modul ini dilakukan oleh tim DEB SV UGM yang terdiri dari tujuh dosen, yaitu Dr. Yudistira Hendra Permana, S.E., M.Sc., Ph.D, Drs. Ike Yuli Andjani, M.Si, Anisa Nurpita, S.E., M.Ec.Dev, Bagaskara, S.E., M.Ec.Dev, Fatima Putri Prativi, ST., M.Ec.Dev, Dr. Anggi Rahajeng, M.Ec, dan Nurisqi Amalia, S.Pd., M.Sc.
Oleh : Dyah Karuna Prajna Sari¹, Falihatul Fa-Iqoh², Radin Akmal Indrajaya³, Syifa Rizkia De Putri Randi⁴
1234Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Departemen Ekonomika dan Bisnis,
Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
Beberapa tahun terakhir, kafe sudah menjadi “rumah kedua” bagi para remaja dan kalangan Gen Z. Dari pagi hingga pagi lagi, banyak dari mereka melakukan aktivitas seperti mengerjakan tugas, rapat, atau hanya sekedar nongki cantik saja. Disetiap sudut wilayah DIY sudah puluhan hingga ratusan kafe yang berdiri dengan konsep menariknya masing-masing. Menurut data Komunitas Kopi Indonesia, kedai kopi di wilayah DIY tersebar luas dengan jumlah sekitar 3.000 kedai. (Rijal, 2024) Kawasan seperti Condongcatur dan Caturtunggal menjadi pusat persebaran kafe yang cukup banyak. Mengingat daerah tersebut dipenuhi dengan mahasiswa dan pekerja muda. Maka dari itu, tren “ngopi” dan “jajan” di kalangan Gen Z telah merubah Yogyakarta menjadi surganya para pecinta kuliner.
Wonosari, 11 September 2025. Program Studi Manajemen & Penilaian Properti (MPP), Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi UGM berkolaborasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan pelatihan satu hari penuh (08.30–16.00 WIB) yang berfokus pada peningkatan kapasitas aparatur dalam penilaian dan pemanfaatan aset daerah. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat penerapan praktik teknis sesuai standar profesi (KEPI, SPI) serta mendorong tata kelola aset berbasis data, sehingga pengelolaan aset publik menjadi lebih optimal dan berkontribusi pada peningkatan PAD. Kegiatan diikuti oleh sekitar 60 peserta yang merupakan pengelola aset di lingkungan BKAD.
Metode evaluasi pembelajaran untuk peserta didik sekolah dasar di daerah yang kondisi ekonomi sosial dan infrastruktur belum mendukung secara optimum, maka perlu mengembangkan peraga Pendidikan yang lebih sesuai yaitu dengan mempertimbangkan banyak factor secara comprehensive. Kondisi infrastruktur internet yang masih relative terbatas khususnya untuk mendukung proses belajar secara lebih efektiv. Jumlah peserta didik yang relative sedikit yaitu 10 siswa menunjukan bahwa sekolah belum menjadi daya tarik yang besar atau kuat bagi sebagian besar orang tua di wilayah sekitar sekolah berada menyekolahkan anaknya bersekolah di sekolah dasar Giritirto, hal ini bisa menyebabkan daya saing untuk bersaing dalam berprestasi kurang kuat karena peserta didik kemungkinan berasal dari siswa yang motivasi belajar biasa dan rendah atau tidak terlalu kuat. Rendahnya motivasi pada gilirannya akan menurunkan kepercayaan diri peserta didik sehingga keinginan untuk bersaing dalam hal menunjukan kinerja siswa, guru dan sekolah sehingga dapat meningkatkan kinerja sekolah pada rating yang lebih tinggi.




