Klaten ā Karita Dwi Oktavia, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti, Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Borongan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Kegiatan yang mengusung tema āDesa Prioritas Penanganan Kemiskinan Tahun 2025ā ini berfokus pada pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Selama KKN berlangsung, Karita bersama tim menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang relevan dan bermanfaat. Program-program tersebut mencakup sosialisasi ecoprint untuk kreativitas dan wirausaha, pendampingan UMKM dalam desain ulang logo dan rebranding, serta pelatihan kewirausahaan kreatif. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada masyarakat agar mampu memaksimalkan potensi lokal dan meningkatkan daya saing produk desa. Tak hanya itu, edukasi mitigasi risiko penipuan e-commerce juga diberikan sebagai langkah preventif untuk mendukung perkembangan UMKM digital di Desa Borongan.
Ilmu yang diperoleh Karita di bangku kuliah turut diaplikasikan secara nyata dalam program-program tersebut. Pengetahuan dari mata kuliah Ekonomi Mikro Terapan digunakan untuk menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), Break Even Point (BEP), hingga analisis profit guna mendukung program wirausaha masyarakat. Selain itu, materi dari mata kuliah Bisnis Pengantar dan Kewirausahaan menjadi bekal utama dalam memberikan pelatihan strategi pemasaran, branding, dan penyusunan ide bisnis aplikatif bagi UMKM desa.
Kegiatan KKN ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program sosialisasi ecoprint mendukung SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Program UMKM Naik Kelas selaras dengan SDGs 1, SDGs 8, dan SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Pelatihan kewirausahaan berkontribusi pada SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 8, sedangkan edukasi mitigasi risiko e-commerce mendukung SDGs 4, SDGs 8, SDGs 9, serta SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Secara keseluruhan, kolaborasi mahasiswa dengan desa ini mencerminkan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui KKN ini, Karita Dwi Oktavia berharap program pemberdayaan yang dijalankan dapat menjadi langkah nyata untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Borongan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik sinergi antara perguruan tinggi dan desa dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. (Red. Kartika Dwi Oktavia)

