Yogyakarta, 11 September 2025 — Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2025 bertajuk Pemutakhiran NJOP PBB P2: Konsep Dasar dan Proses Revaluasi NJOP. Kegiatan ini diikuti oleh aparatur Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Gunungkidul, dengan tujuan meningkatkan kapasitas teknis sekaligus menyamakan persepsi kebijakan dalam penguatan pendapatan dan pengelolaan aset daerah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti. Ketua tim PKM yaitu Ibu Fatima Putri Prativi, S.T., M.Ec.Dev dan anggota tim PKM Dra. Ike Yuli Andjani, M.Si, Yudistira Hendra Permana, Ph.D, Wildan Jawahir dan Muhammad Aghis Asyakandari.

Rangkaian pelatihan yang berlangsung pada Kamis, 10 September 2025 bertempat di Ruang Rapat Handayani Setda Lt.2 Kabupaten Gunungkidul ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Departemen Ekonomika dan Bisnis SV UGM dan Penilai dari DPD MAPPI DIY. Materi dibuka dengan sesi bertema Strategi Pemungutan Pajak oleh Yudhistira Hendra Permana, Ph.D., yang menegaskan pentingnya tax morale sebagai fondasi keberhasilan pemungutan pajak. Ia menjelaskan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah tumbuh dari tata kelola pajak yang transparan, akuntabel, dan mampu menunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam konteks Gunungkidul, strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai krusial untuk menjawab tantangan menurunnya transfer fiskal dari pemerintah pusat.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Sudarto, S.E., M.Ec.Dev., (MAPPI Cert.), yang membahas Konsep Dasar Penilaian Properti. Sesi ini menyoroti pentingnya pemahaman kerangka etik dan standar profesi seperti KEPI dan SPI, serta penerapan prinsip-prinsip penilaian seperti Highest and Best Use (HBU), substitusi, dan antisipasi. Peserta diperkenalkan dengan tiga pendekatan utama dalam penilaian properti — Pendekatan Pasar, Pendapatan, dan Biaya — yang disesuaikan dengan tujuan penilaian dan ketersediaan data di lapangan.
Untuk memperkuat penerapan praktis, kegiatan dilanjutkan dengan dua kelas paralel. Kelas pertama bertajuk Penilaian NJOP PBB dipandu oleh Rio Jaka Tama, S.E., M.Ec.Dev., (MAPPI Cert.) dan Sudarto, S.E., M.Ec.Dev., (MAPPI Cert.), yang membahas teknik penentuan NJOP berdasarkan transaksi wajar atau pendekatan alternatif seperti pasar dan biaya. Melalui studi kasus hotel, peserta belajar membedakan pendekatan yang tepat untuk tanah dan bangunan, sekaligus memahami pentingnya segmentasi zona, penyesuaian data pembanding, dan metode estimasi biaya yang akurat.
Sementara itu, kelas paralel kedua mengangkat topik Pemanfaatan Aset Daerah, disampaikan oleh Agung Laksana, S.E., M.Ec.Dev., (MAPPI Cert.). Materi berfokus pada penilaian sewa Barang Milik Daerah (BMD) serta skema kerja sama pemanfaatan seperti Bangun Guna Serah (BGS). Peserta mendapatkan pemahaman tentang dasar hukum pengelolaan BMD (PP 28/2020; Permendagri 7/2024), metode kapitalisasi langsung (Direct Capitalization dan Gross Income Multiplier), serta prinsip valuasi untuk kepemilikan parsial sesuai perjanjian kerja sama.

Melalui kegiatan ini, aparatur BKAD Gunungkidul memperoleh peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis penilaian dan strategi optimalisasi aset daerah. Pendekatan akademis yang dikombinasikan dengan studi kasus riil memungkinkan peserta memahami relevansi teori dengan praktik di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terwujudnya tata kelola aset yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung transformasi fiskal menuju daerah yang mandiri.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan praktisi dari Sekolah Vokasi UGM dengan dukungan pendanaan dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Reguler SV UGM Tahun 2025. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata kontribusi UGM dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi wujud hubungan kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Ketika transparansi dan manfaatnya dirasakan, kepatuhan akan tumbuh secara alami,” ujar Yudhistira Hendra Permana, Ph.D.dalam sesi penutup.
Melalui program ini, SV UGM menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan praktik profesional, sejalan dengan visi UGM sebagai universitas kerakyatan yang mengabdi untuk negeri.

Penulis : Wildan Jawahir
Mendukung SDGs :
- SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
- SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
- SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
- SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan [Red. Fatima/Wildan Jawahir]