
Yogyakarta – Pada Selasa, 14 April 2026, Laboratorium Akuntansi dan Bisnis SV UGM dan Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik (ASP) DEB UGM kembali menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Certified Government Accounting Associate (US-CGAA). Peserta ujian batch ini terdiri dari 15 mahasiswa Prodi ASP yang mengambil jenis sertifikasi CGAA Pusat. US-CGAA merupakan sertifikasi yang menilai kemampuan seseorang dalam penyusunan laporan pemerintah pusat atau daerah. Sertifikasi ini dirancang bagi mahasiswa, tenaga profesional, ASN, atau dosen untuk meningkatkan kompetensi dan akuntabilitas keuangan sektor publik.
Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer, Gedung Suhardi Sigit, Departemen Ekonomi dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM yang merupakan Computer Based Examination (CBE Centre). Sebagai CBE Centre, laboratorium komputer DEB SV UGM merupakan salah satu tempat uji sertifikasi kompetensi yang telah divalidasi dan memiliki izin resmi dari IAI untuk menyelenggarakan ujian berbasis komputer (computer-based exams).
Penyelenggaraan ujian sertifikasi profesi merupakan upaya untuk menjembatani kesenjangan antara kurikulum akademis dengan kebutuhan praktis industri. Melalui penyelenggaraan ini, DEB SV UGM memastikan bahwa lulusannya tidak hanya memiliki ijazah sebagai bukti kelulusan akademis, tetapi juga merupakan pengakuan formal atas kompetensi spesifik yang diakui secara nasional. Sebagai lembaga pendidikan, DEB SV UGM dan Prodi ASP telah memberikan bekal secara formal sesuai kurikulum akademis. IAI sebagai organisasi profesi Akuntan Indonesia terbesar merupakan lembaga independen yang menguji kompetensi mahasiswa secara objektif untuk mengukur dan mengakui pencapaian tersebut. DEB berkomitmen untuk mencetak lulusan bersertifikasi profesi sebagai bentuk akuntabilitas terhadap kualitas pendidikan dan relevansi industri.

Sertifikasi dari IAI ini bukan sekadar piagam, melainkan pengakuan kompetensi sejati yang berlaku secara nasional. Pemegang sertifikasi CGAA wajib menjaga kompetensi teknisnya dengan mengikuti Pemeliharaan dan Pengembangan Profesi (PPL) di bidang akuntansi pemerintah paling sedikit 16 Satuan Kredit Profesi (SKP) per tahun.
Dengan adanya program sertifikasi CGAA ini, diharapkan lulusan Akuntansi Sektor Publik DEB SV UGM tidak hanya siap bekerja tetapi juga telah memiliki bekal kompetensi yang diakui secara profesional. Sertifikasi ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi para lulusan Program Studi Akuntansi Sektor Publik DEB SV UGM ketika memasuki dunia kerja, terutama di instansi pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), serta lembaga-lembaga lain yang bergerak di bidang pengelolaan keuangan publik.
Pelaksanaan ujian sertifikasi profesi di DEB SV UGM menunjukkan komitmen untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan menyelenggarakan sertifikasi, universitas bertransformasi dari sekadar pemberi teori menjadi institusi yang mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap pakai secara global untuk mendukung pencapaian SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sertifikasi profesi sebagai implementasi nyata dari pendidikan yang relevan dengan dunia kerja membuka akses ke pembelajaran kompetensi, penjaminan mutu lulusan dan fasilitasi pendidikan sepanjang hayat. Bekal sertifikasi profesi mendorong pencapaian SDG 8 karena lulusan menjadi memiliki daya saing yang lebih tinggi karena memiliki bukti keahlian yang nyata sehingga lebih siap kerja dan lebih cepat terserap di pasar kerja. Lulusan juga dapat dipastikan memahami standar kerja yang baik sehingga mampu meningkatkan produktivitas industri dan ekonomi nasional.
Program penyelenggaraan US-CGAA merupakan realisasi dari perjanjian kerja sama antara Sekolah Vokasi UGM dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sejak tahun 2021. DEB dan Prodi ASP berkomitmen secara aktif untuk memfasilitasi mahasiswanya dengan sertifikasi kompetensi sebagai pelengkap ijazah mahasiswa. Penyelenggaraan ujian sertifikasi profesi yang merupakan hasil kolaborasi kemitraan untuk mencapai tujuan pendidikan dengan kompetensi yang terstandar. Tercipta hubungan yang sinergis antara akademisi dan industri sehingga tercipta hubungan link and match antara kurikulum kampus dengan kebutuhan riil Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Diharapkan kegiatan ini akan terus berlanjut sebagai agenda tahunan agar komitmen atas kompetensi profesional terus terjaga. (Red. Anissa Aulya dan Dina Natasari)