Yogyakarta, 27 Februari 2026 – Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Bitha Cahya Rumansya, mahasiswi Program Studi Akuntansi Sektor Publik angkatan 2024, berhasil menyabet gelar Juara I dalam National Essay Competition Finlight Festival 2025. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto, dengan puncak acara awarding yang dilaksanakan pada Rabu, 30 Desember 2025.

Finlight Festival 2025 merupakan ajang kompetisi nasional ya ng bertujuan untuk mendorong mahasiswa dalam menghadirkan gagasan kritis dan solutif terhadap berbagai tantangan sosial kontemporer. Kompetisi esai ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan mengangkat sejumlah subtema strategis, salah satunya adalah “Echo Chamber dan Fragmentasi Sosial.” Melalui kegiatan ini, para mahasiswa didorong untuk berperan aktif dalam membangun kesadaran sosial serta memperkuat literasi digital yang adaptif terhadap perkembangan era teknologi informasi.
Dalam kompetisi tersebut, Bitha mengajukan esai berjudul “SADAR (Sistem Algoritma Dialogis untuk Anti Ruang-Gema): Rekonstruksi Ruang Publik Digital melalui Pendekatan Human-Centered Algorithmic Governance untuk Mereduksi Echo Chamber Menuju Indonesia Emas 2045).” Esai ini mengkaji fenomena echo chamber sebagai konsekuensi dari mekanisme algoritma media sosial yang berpotensi memperkuat polarisasi opini serta memicu fragmentasi sosial di tengah masyarakat digital.
Melalui gagasan yang diusung, pendekatan Human-Centered Algorithmic Governance (HCAG) diperkenalkan sebagai upaya menempatkan manusia sebagai aktor utama dalam ekosistem algoritmik. Konsep tersebut menekankan pentingnya kesadaran kritis terhadap cara kerja algoritma, pembukaan ruang dialog lintas perspektif, penguatan empati digital, serta partisipasi publik dalam menjaga kualitas interaksi sosial di ruang digital. Gagasan ini dirancang sebagai inovasi sosial yang dapat diwujudkan melalui program edukatif, ruang dialog deliberatif, serta refleksi etika digital yang berkelanjutan.
Proses penilaian dilakukan secara komprehensif oleh dewan juri dengan mempertimbangkan aspek orisinalitas gagasan, kedalaman analisis, relevansi isu, serta potensi implementasi. Karya yang diajukan dinilai unggul karena mampu mengintegrasikan landasan teoritis yang kuat dengan solusi konseptual yang relevan terhadap kondisi sosial Indonesia saat ini serta memiliki potensi kontribusi jangka panjang dalam memperkuat kohesi sosial dan kualitas demokrasi digital.

Raihan Juara I ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada, tetapi juga menegaskan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan di era digital. Prestasi tersebut mencerminkan kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas (SDG 4), penguatan inovasi berbasis teknologi (SDG 9), serta pembangunan masyarakat yang inklusif dan institusi yang kuat melalui literasi digital yang sehat dan dialogis (SDG 16). Melalui gagasan yang diusung, diharapkan semakin banyak mahasiswa terdorong untuk menghasilkan karya ilmiah yang kritis, reflektif, dan berdampak nyata bagi pembangunan sosial.