Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan diupayakan salah satunya dengan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat khususnya wanita, terus digencarkan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dan berbagai pihak mewujudkan tujuan utama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Pemberdayaan wanita memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sosial. Ketika perempuan berdaya, maka kualitas hidup keluarga pun meningkat.
Upaya pemberdayaan wanita dapat diwujudkan dengan pemberian fasilitas program-program pelatihan ketrampilan dan peningkatan kompetensi. Melalui berbagai pelatihan keterampilan seperti kewirausahaan, pengolahan hasil pertanian, maupun ekonomi kreatif, wanita menjadi memiliki bekal pengetahuan yang memadai sehingga mampu menentukan kegiatan yang dapat meningkatkan penghasilan keluarga secara berkelanjutan. Program pelatihan keterampilan tersebut juga mendukung pencapaian SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas. Program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan akan memberikan dampak nyata bagi peserta pelatihan, sehingga Pendidikan Berkualitas mampu terwujud. DIselenggarakannya program pelatihan akan memberikan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi masyarakat usia produktif.
Program pelatihan vokasional dan pelatihan teknis, peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan potensi lokal daerahnya. Hal ini akan membuat masyarakat mampu mendapatkan pekerjaan yang layak yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, utamanya ekonomi keluarga. Peran serta pemerintah daerah bersama lembaga mitra dibutuhkan untuk mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola oleh masyarakat lokal. Hal ini sejalan dengan target SDG 8, yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta menciptakan lapangan kerja layak bagi semua kalangan.
Program pelatihan yang diberikan khusus untuk wanita, termasuk Perempuan, akan mewujudkan kesetaraan gender (SDG 5). Kesetaraan disini dalam arti diberikan kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan dan juga berkarya sehingga menjadi berdaya. Kesetaraan ini tentunya juga harus mempertimbangkan peran wanita sebagai istri maupun seorang ibu. Dengan demikian tidak ada satu peran yang menjadi terabaikan. Lebih jauh, pendekatan pemberdayaan ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dengan memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap sumber daya, pelatihan, dan peluang ekonomi. Pada akhirnya, dengan adanya peran serta wanita yang berdaya, bukan hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga membangun masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan sehingga tujuan SDG 1 yaitu Tanpa Kemiskinan dapat terwujud. [Red. Dina]
