• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Departemen Ekonomika dan Bisnis
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Sekilas tentang DEB SV
    • Sejarah
    • Visi, Misi dan Tujuan Departemen
    • Struktur Pengelola
    • Staff Pengajar
    • Staff Tendik
    • Alur Layanan
  • Akademik
    • Program Studi
      • Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik
      • Sarjana Terapan Manajemen dan Penilaian Properti
      • Sarjana Terapan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan
      • Sarjana Terapan Perbankan
    • Kalender Akademik
    • Jadwal Ujian Tengah Semester
    • Panduan Akademik DEB
    • LAYANAN
      • Agenda Departemen
      • Dashboard Jadwal Perkuliahan
      • Peminjaman Ruang
      • Bantuan Petugas Perkuliahan
      • Barang Temuan
      • Aktivasi Akun Turnitin (Cek Plagiarisme)
      • LAYANAN AKADEMIK
      • LAYANAN PERPUSTAKAAN
      • Kuesioner Layanan
    • SOP Layanan Akademik
    • Jadwal Kuliah
    • Jadwal Ujian Tugas Akhir
    • Layanan Kontak Akademik
    • Ketentuan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
    • Informasi Akreditasi
    • Surat Keterangan Penyetaraan
  • Riset
    • Publikasi
    • Laboratorium DEB SV UGM
      • Profil Singkat Laboratorium DEB
      • Laboratorium Ekonomi
      • Lab. Akuntansi dan Pengembangan Bisnis
      • Kerjasama Institusi
    • Mitra Kerjasama
  • Kemahasiswaan
    • Etika dan Perilaku Mahasiswa DEB SV UGM
    • Komunitas Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
    • Informasi Beasiswa
    • Informasi Lowongan Magang
    • Informasi Lowongan Pekerjaan
    • Layanan Kemahasiswaan
  • Alumni
    • Tracer Study
    • Tracing Alumni
  • ADMISI
    • Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru (MABA)
    • 🌍 Visiting Student Program 2025
  • PENGABDIAN
  • Beranda
  • Berita
  • Migrasi dan Transformasi Perkotaan di Yogyakarta

Migrasi dan Transformasi Perkotaan di Yogyakarta

  • Berita, Berita, News, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 11 Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • 4 November 2025, 11.32
  • Oleh: Web Admin
  • 0

Dalam beberapa tahun terakhir, migrasi internal memainkan peran penting dalam membentuk lanskap wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dinamika perpindahan penduduk yang terjadi selama dekade terakhir menunjukkan pola yang semakin kompleks, dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi seperti kenaikan harga tanah di pusat kota dan ketersediaan infrastruktur publik yang semakin merata. Kondisi ini telah mengubah wajah Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY), di mana sejumlah wilayah pinggiran tumbuh menjadi simpul pertumbuhan baru yang melampaui batas administrasi kota dan desa.

Gambar 1. Kawasan Perkotaan Yogyakarta

Sumber: Dokumentasi Penulis

Penelitian yang dilakukan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan bahwa arus migrasi di DIY terkonsentrasi di beberapa titik utama di bagian utara dan timur KPY. Banguntapan muncul sebagai magnet baru di wilayah timur dengan pemusatan penduduk di sekitar kawasan ekonomi strategis, sementara wilayah lain seperti Bangunjiwo, Sukoharjo, Sardonoharjo, hingga Gowongan berfungsi sebagai penerima sekaligus penghubung migrasi dari kota inti, desa non-KPY, bahkan luar provinsi. Fenomena ini merefleksikan tren suburbanisasi, di mana masyarakat memilih bermukim lebih jauh dari pusat kota untuk mendapatkan hunian yang lebih terjangkau namun tetap memiliki akses baik terhadap layanan dasar.

Sebagian besar migran yang datang ke kawasan perkotaan Yogyakarta berasal dari kelompok usia produktif dan telah berkeluarga. Alasan utama perpindahan umumnya berkaitan dengan faktor ekonomi dan kebutuhan memiliki rumah. Perbedaan harga tanah antara pusat kota dan wilayah pinggiran menjadi pendorong utama, karena banyak penduduk mencari hunian yang lebih terjangkau sesuai kemampuan finansial mereka. Menariknya, jarak ke tempat kerja tidak menjadi pertimbangan utama bagi migran. Banyak yang memilih tinggal di kawasan yang lebih jauh dari pusat kota asalkan memiliki akses mudah ke fasilitas dasar seperti sekolah, pasar, dan transportasi publik. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas infrastruktur lebih berpengaruh terhadap kepuasan dibandingkan jarak semata.

Wilayah seperti Banguntapan, Bangunjiwo, Sukoharjo, Sardonoharjo, dan Gowongan kini menjadi simpul migrasi strategis yang memperluas jaringan mobilitas di DIY. Fenomena ini menandakan proses suburbanisasi yang semakin kuat, dipicu oleh keterbatasan daya beli di pusat kota dan meningkatnya minat terhadap kawasan pinggiran yang menawarkan lingkungan hidup lebih nyaman dan layak. Kondisi ini membawa implikasi penting bagi kebijakan tata ruang dan pembangunan daerah. Pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi perencanaan yang adaptif dan berkelanjutan, dengan menekankan pemerataan pembangunan infrastruktur, penyediaan perumahan terjangkau, serta penguatan transportasi publik antarkawasan. Di sisi lain, pengendalian pertumbuhan kawasan pinggiran perlu diimbangi dengan perlindungan ruang terbuka hijau dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan agar tidak menimbulkan urban sprawl yang tidak terkendali.

Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, yang menekankan pentingnya menciptakan kota yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Selain itu, dinamika migrasi di Yogyakarta juga berkaitan erat dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan), karena perpindahan penduduk menunjukkan adanya mobilitas sosial dan pencarian peluang ekonomi yang lebih baik di kawasan-kawasan baru.

 

Keyword SDG:

SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)

SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan)

SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)

 

Tags: SDG SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDGs

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Post

  • Pergantian Pengurus Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM
  • Edaran Heregistrasi SV
  • Informasi Wisuda Periode II TA 2025/2026
  • Kolaborasi Strategis Sekolah Vokasi UGM dan PT PLN (Persero): Ciptakan Kurikulum Adaptif untuk Profesi Manajemen Properti
  • Aktivitas Ekonomi di Pasar Tradisional Beringharjo Terus Berjalan di Tengah Modernitas Kota Yogyakarta
Universitas Gadjah Mada

Departemen Ekonomika dan Bisnis

Sekolah Vokasi

Universitas Gadjah Mada

Gedung Suhardi Sigit, Jl. Prof. Dr. Mr. Drs. Notonegoro No.1 Bulaksumur, Yogyakarta 55281

+(62) 274 513367 | +(62) 274 549289

deb.sv@ugm.ac.id

 

Program Studi

Akuntansi Sektor Publik Manajemen dan Penilaian Properti Pembangunan Ekonomi Kewilayahan Perbankan

Tautan

Sekolah Vokasi UGM Simaster UGM eLOK UGM e-Lisa Simaster HRIS Tracer Study Career Center (VDC) Laboratorium DEB

Unduhan

Unduhan

Media Sosial

© Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY