Yogyakarta, 19 Februari 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Bitha Cahya Rumansya, mahasiswi Program Studi Akuntansi Sektor Publik, berhasil meraih Juara III dalam ajang Cipta Esai Bulan Bahasa UNSIKA 2025. Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMADIKSATRASIA) FKIP UNSIKA dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra 2025, dengan puncak acara pengumuman pemenang yang dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025 di Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kompetisi Cipta Esai Bulan Bahasa UNSIKA 2025 mengangkat tema besar “Literasi Bahasa dan Sastra sebagai Cerminan Generasi Kreatif dan Lestari” . Tema ini dipilih sebagai respons atas tantangan rendahnya minat baca dan apresiasi sastra di kalangan generasi muda. Melalui kompetisi ini, panitia mendorong mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk menghadirkan gagasan solutif dan inovatif dalam upaya penguatan literasi bahasa dan sastra Indonesia.
Dalam kompetisi yang diikuti oleh puluhan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia tersebut, Bitha berhasil tampil sebagai salah satu yang terbaik. Ia mengajukan sebuah esai yang menawarkan konsep inovatif di bidang literasi sastra. Esainya mengusung gagasan tentang sebuah platform digital berbasis edutainment yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam ekosistem literasi sastra Nusantara.
Gagasan yang diusungnya merancang sebuah platform yang tidak hanya menjadi ruang baca, tetapi juga wadah interaktif untuk menulis dan mengapresiasi karya sastra. Konsep ini dirancang agar relevan dengan ekosistem digital generasi muda, sehingga pengalaman bersastra menjadi lebih partisipatif dan menarik. Keunggulan utama dari gagasan ini terletak pada kemampuannya memadukan nilai-nilai tradisi sastra Nusantara dengan pemanfaatan teknologi modern secara berkelanjutan, menjembatani warisan budaya dengan masa depan digital.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa, termasuk dari program studi vokasi seperti Akuntansi Sektor Publik, mampu berkontribusi aktif dalam pengembangan gagasan strategis di bidang literasi dan kebudayaan. Capaian ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada, tetapi juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya, berpikir kritis, dan berperan aktif dalam pelestarian bahasa serta sastra Indonesia.
Melalui gagasan-gagasan inovatif yang lahir dari dunia kampus, diharapkan ekosistem literasi nasional semakin kuat dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai budaya bangsanya.