Pekan Olahraga Mahasiswa (POMNAS) kembali di gelar di tahun 2025. Event ini diadakan setiap 2 tahun sekali di tahun ganjil. POMNAS tahun ini merupakan event ke-19 dan dilaksanakan di Jawa Tengah pada tanggal 19-27 September 2025. Event ini merupakan event olahraga mahasiswa bergengsi yang diikuti oleh 455 perguruan tinggi dari sabang sampai merauke. Jumlah peserta POMNAS tahun ini mencapai 3065 atlet yang mewakili daerahnya masing-masing.
Salah satu cabor yang dipertandingkan di POMNAS adalah Karate. Cabor ini dipertandingkan di GOR Futsal Universitas Diponegoro, Semarang pada tanggal 25-27 September 2025. Kontingen DIY mengirimkan 11 Atlet terbaiknya untuk bertanding. Fidelia Dwipuspita Purwacahya, yang akrab disapa Fidel merupakan mahasiswa Prodi Manajemen dan Penilaian Properti, Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi angkatan 2023 yang menjadi salah satu perwakilan Atlet Universitas Gadjah Mada dalam POMNAS XIX. Fidelia berhasil membawa pulang medali perunggu pada kelas Kumite -68kg Putri dan menjadi satu-satunya peraih medali pada kontingen karate DIY.

Dalam memperebutkan juara, Fidelia harus berhadapan dengan empat daerah yang berbeda, yaitu daerah asal Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, dan Sulawesi Selatan pada perebutan medali perunggu. Setelah kalah dari atlet Maluku di Semifinal, Fidelia diberi kesempatan untuk memperebutkan medali perunggu. Medali Perunggu berhasil diperoleh setelah melawan atlet Universitas Halu Oleo (Sulawesi Tenggara) dengan perolehan skor 6-5.
Prestasi ini merupakan salah satu bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Pertandingan ini juga menjadi salah satu bentuk pembuktian bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Di kejuaraan sebelumnya, Fidelia harus berlapang dada menerima kekalahan, namun Ia tidak langsung menyerah begitu saja dan tetap berlatih serta fokus untuk mempersiapkan pertandingan yang ada di masa depan, serta menjadikan kegagalan sebelumnya sebagai motivasi dan pembelajaran untuk menjadi lebih baik.
Meskipun demikian, masih banyak yang harus dievaluasi pada kejuaraan kali ini, karena manusia tidak pernah lepas dari kesalahan dan kekurangan. Evaluasi ini dapat dijadikan sebagai salah satu baku loncatan dan motivasi untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.
