Batam – Mario Sota Wijaya Purwanto Putra, mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2025 di Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Pulau Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Dalam KKN ini, Sota mengusung program Accounting Fun Games untuk meningkatkan literasi keuangan bagi siswa sekolah dasar.

Program ini dilaksanakan di SDN 002 Belakang Padang dengan melibatkan 38 siswa kelas 5 dan 6. Anak-anak diperkenalkan pada konsep dasar pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan pemasukan dan pengeluaran, serta pentingnya perencanaan keuangan melalui pendekatan game-based learning. Metode ini dipilih agar proses belajar berlangsung menyenangkan dan mudah dipahami, sehingga literasi keuangan dapat ditanamkan sejak dini.
Kontribusi rekan-rekan KKN sangat besar dalam mendukung keberhasilan program, mulai dari menyiapkan media pembelajaran hingga merancang alur permainan. Salah seorang rekan menyampaikan, “Melihat anak-anak bersemangat saat belajar keuangan melalui permainan adalah pengalaman berharga. Mereka belajar sambil bermain, dan itu membuat materi lebih mudah dipahami.” Rekan lainnya menambahkan, “Program ini relevan sekali karena literasi keuangan jarang diajarkan di sekolah dasar, padahal penting untuk kehidupan sehari-hari.”
Sota menilai keterlibatannya sebagai mahasiswa D4 Akuntansi Sektor Publik UGM sangat relevan dengan bidang yang ia tekuni. “Ilmu akuntansi yang saya pelajari di bangku kuliah dapat saya terapkan secara sederhana dan praktis untuk anak-anak. Program ini juga memberi saya kesempatan untuk berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran keuangan sejak usia dini, sejalan dengan tema besar KKN, yaitu Optimalisasi Potensi Lokal melalui Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Kesehatan, serta Pengelolaan Lingkungan untuk Mewujudkan Desa Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” ujar Sota.
Pelaksanaan Accounting Fun Games tidak hanya berfokus pada literasi keuangan, tetapi juga mendorong keterampilan sosial siswa. Melalui permainan interaktif, anak-anak belajar untuk bekerja sama, berbagi ide, dan memecahkan masalah secara kolektif. Lingkungan kolaboratif ini menjadi bekal penting dalam membangun rasa kebersamaan dan tanggung jawab sejak dini.
Respon siswa terhadap program ini sangat positif. Banyak di antara mereka mengungkapkan kesenangan mengikuti permainan dan merasa konsep keuangan lebih mudah dipahami. Seorang siswa bahkan berkata, “Belajar tentang uang ternyata bisa begitu menyenangkan! Saya ingin belajar lebih banyak tentang cara menabung dan menghabiskan uang dengan bijak.” Antusiasme ini menunjukkan bahwa program berhasil membangkitkan minat terhadap literasi keuangan di kalangan anak-anak.
Inisiatif ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas (SDG 4) dan peningkatan keterampilan yang relevan untuk masa depan. Dengan memperkenalkan literasi keuangan sejak usia dini, program ini meletakkan dasar bagi generasi yang lebih siap mengelola keuangan dan membuat keputusan ekonomi yang tepat.
Melalui Accounting Fun Games, Sota bersama tim KKN PPM UGM Gemilang Kepingkarya menunjukkan bagaimana pendekatan inovatif dapat mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam pendidikan dasar. Program ini menjadi contoh nyata peran mahasiswa dalam memberdayakan generasi muda sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. [Red. Amesta]