
Yogyakarta – Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DEB SV UGM) bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan kegiatan talkshow bertajuk SNI Goes to Campus yang berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2026. Acara ini mengusung tema “Kampus Berdampak: Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja” dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, daya saing, serta kesiapan lulusan Sekolah Vokasi UGM di dunia kerja dan industri.
Acara dibuka oleh Prof. Dr. Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., selaku Dekan Sekolah Vokasi UGM, bersama Hendro Kusumo, S.P., selaku Plt. Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional. Keduanya menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan SNI Goes to Campus sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya standardisasi serta keterkaitannya dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Komitmen untuk memperkuat sinergi tersebut turut diwujudkan melalui penyerahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pengembangan pendidikan dan peningkatan kompetensi mahasiswa, sekaligus memperluas pemahaman mengenai standardisasi dan penerapannya dalam dunia kerja serta industri.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan perspektif dari dunia pendidikan, lembaga standardisasi nasional, dan dunia industri. Melalui kegiatan ini, BSN bersama mitra industri menghadirkan wawasan langsung dari para praktisi dan akademisi mengenai pentingnya standardisasi (SNI) dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan.

Narasumber pertama, Dr. Faiz Zamzami, SE., M.Acc, selaku Ketua Departemen Ekonomika dan Bisnis SV UGM, menjelaskan bahwa standardisasi (SNI) bukan sekadar simbol kepatuhan administratif, melainkan fondasi mutu yang relevan bagi seluruh ekosistem dunia akademik.
Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa perguruan tinggi khususnya pendidikan vokasi, memiliki peran strategis sebagai produsen pengetahuan, pencetak SDM kompeten, sekaligus penghasil inovasi bermutu yang berdampak langsung pada industri dan masyarakat.
Pada sesi berikutnya, Seno Ajisaka, ST, MT, selaku Kepala Layanan BSN Yogyakarta, menyampaikan materi bertajuk “Kampus Berdampak: Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan mengenai peran dan fungsi BSN sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengembangan dan pembinaan standardisasi nasional.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan standardisasi dan SNI, proses penilaian kesesuaian, serta pentingnya penerapan standar dalam menjamin mutu, keamanan, efisiensi, dan daya saing. Selain itu, ditekankan bahwa pemahaman standardisasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri.
Pemaparan materi selanjutnya disampaikan oleh Rofiq Tri Hartanto, SE., Ak., CA., CRMP., selaku Risk Management Division Head PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Beliau menjelaskan mengenai implementasi SNI dan sistem manajemen di lingkungan PT Taman Wisata Candi sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas pengelolaan dan pelayanan.
Lebih lanjut, penerapan SNI dan sistem manajemen tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan terhadap standar yang berlaku, tetapi juga sebagai upaya membangun budaya kerja yang mengedepankan kualitas, keamanan, pengelolaan risiko, serta perbaikan berkelanjutan. Penerapan standar tersebut turut mendukung perusahaan dalam memastikan setiap proses berjalan secara konsisten sesuai dengan ketentuan, sehingga dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan, khususnya pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Melalui partisipasi tersebut, DEB SV UGM berharap generasi muda dapat semakin memahami pentingnya standardisasi sebagai salah satu bekal dalam menghadapi dunia kerja dan persaingan industri global. Pemahaman mengenai mutu, keamanan produk, dan efisiensi diharapkan dapat membentuk lulusan yang lebih kompeten, adaptif, serta memiliki kesadaran terhadap pentingnya kualitas sejak dini.
Penulis: Widya Muthia Izzatul Charimah
Editor: Nita Anida
