Yogyakarta ā Mahasiswa Perbankan Universitas Gadjah Mada kembali mengharumkan nama almamater dalam kancah nasional. Andri Akila Prasetya, mahasiswa Program Studi Perbankan, Sekolah Vokasi UGM, sukses meraih 3rd Runner Up dalam ajang bergengsi FORMAKIP Walisongo National Competition (FWNC) 2025 yang diselenggarakan oleh UIN Walisongo Semarang pada 22 Mei 2025.
Kompetisi esai nasional ini mengusung tema besar āMuda Berkarya: Kontribusi Gen Z dalam Menjawab Tantangan Bangsaā, dan terbagi menjadi empat subtema utama: Politik, Pendidikan, Sosial, dan Ekonomi.Ā
Dalam kompetisi ini, Andri mengangkat esai bertema ekonomi berkelanjutan melalui gagasan aplikasi pinjaman daring terpadu berbasis literasi keuangan, yang dirancang untuk memberantas maraknya praktik pinjaman daring ilegal. Aplikasi ini hanya memuat penyedia layanan yang resmi terdaftar di OJK, dengan fitur edukatif yang mudah diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok rentan.
Gagasan tersebut membawa Andri memperoleh skor nyaris sempurna dengan 95 poin dari maksimal 100 poin secara keseluruhan, menjadikannya peringkat ke-2 pada subtema Ekonomi, dan meraih peringkat ke-4 secara keseluruhan dari seluruh subtema lomba (politik, pendidikan, sosial, ekonomi). Skor ini hanya berselisih 3 poin dari peraih juara pertama, menjadikannya capaian luar biasa di tengah kompetisi ketat. Dengan raihan ini, Andri resmi menjadi 3rd Runner Up Nasional FWNC 2025 sekaligus mengalahkan puluhan esai dari berbagai universitas terkemuka di antaranya, ITB, ITS, UNAIR, UNHAS, UB, UNY, UNSOED, dan puluhan perguruan tinggi lainnya.
Esai ini bukan hanya sekadar karya tulis, tetapi merupakan hasil dari integrasi pembelajaran yang Andri peroleh dari mata kuliah Teknologi Keuangan dan Jasa Perbankan, yang kemudian dikolaborasikan dengan pendekatan Design Thinking dan Inovasi. Perpaduan ini memungkinkannya merancang solusi berbasis teknologi finansial yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
āIde ini lahir dari keprihatinan saya terhadap banyaknya masyarakat yang terjerat pinjaman ilegal. Saya percaya solusi berbasis teknologi dan edukasi dapat menjadi jawaban. Alhamdulillah, kurikulum dan pengalaman belajar di Prodi Perbankan ini sangat mendukung saya untuk menyusun gagasan ini,ā ujar Andri.
Sebelum meraih prestasi di FWNC, Andri terlebih dahulu mencatatkan namanya sebagai Esai Terfavorit dalam National Essay Competition oleh Indonesian Youth Investor Forum (IYIF) yang diikuti lebih dari 180 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada Maret 2025. Kompetisi ini mengangkat tema global āThe Role of Youth in Shaping a Sustainable Futureā, yang berfokus pada kontribusi generasi muda terhadap pembangunan berkelanjutan.
Berbeda dengan esai sebelumnya, kali ini Andri mengembangkan gagasan berkelanjutan berbasis digital dengan misi meningkatkan literasi keuangan masyarakat, pemerataan akses ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan perlindungan dari praktik pinjaman ilegal. Ide tersebut mengintegrasikan lima poin Sustainable Development Goals (SDGs), yakni: SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Ketimpangan. Karya Ilmiah ini tidak hanya diapresiasi karena isi dan relevansinya, namun juga karena pendekatannya yang aplikatif dan sesuai dengan konteks kebutuhan masyarakat saat ini.
Dua pencapaian nasional ini menjadi bukti nyata bahwa kurikulum Program Studi Perbankan Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori akademik, tetapi juga membentuk kepekaan terhadap isu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pendekatan inovatif, solutif, dan berbasis praktik nyata terbukti mampu bersaing dan memberikan kontribusi di berbagai sektor. [Red. Andri]