YOGYAKARTA – Empat mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan Universitas Gadjah Mada, yakni Sulthon Faizi, Muhammad Rizal Rivaldy, Ardilla Avi Prasetya, dan Wulan Ely Khasanah, menyelenggarakan kegiatan pembelajaran lapangan bertajuk Beringharjo Education Trip sebagai bagian dari mata kuliah Praktikum Bisnis Digital yang dibimbing oleh Fani Pramuditya, S.E., M.B.A. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 6 Desember 2025, dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan diikuti oleh kurang lebih 13 peserta. Pasar Beringharjo menjadi lokasi pelaksanaan karena merupakan pusat perdagangan batik serta ruang budaya yang menjadi denyut ekonomi masyarakat Yogyakarta.
Sejak pagi, para peserta tampak antusias menyusuri lorong-lorong pasar sambil berdialog dengan para pedagang batik. Interaksi tersebut tidak hanya membuka wawasan mengenai beragam motif batik dan proses produksinya, tetapi juga mengungkap tantangan yang dihadapi pedagang kecil untuk tetap bertahan di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk membuat konten digital berupa foto, video, dan cerita singkat yang nantinya akan dipublikasikan melalui media sosial, dengan tujuan memperluas jangkauan promosi pedagang batik kepada generasi muda khususnya Gen Z. Para mahasiswa meyakini bahwa pengemasan informasi secara kreatif dapat membantu mengenalkan kembali nilai budaya batik kepada audiens yang lebih luas.

Sepanjang kegiatan, para pedagang menunjukkan respons positif. Banyak dari mereka menyampaikan bahwa kedatangan mahasiswa membawa energi baru ke pasar tradisional, sekaligus memberi harapan agar batik lokal dapat dikenal dan diapresiasi lebih banyak orang. Beberapa peserta juga mengaku mendapatkan pengalaman unik, karena baru pertama kali melihat langsung bagaimana strategi jual beli berlangsung di pasar sembari mempelajari filosofi di balik corak batik yang mereka temui. Kesan hangat, akrab, dan penuh cerita menjadikan perjalanan edukatif ini terasa hidup dan bermakna bagi seluruh peserta.
Selain menjadi sarana pembelajaran lapangan, Beringharjo Education Trip turut mendukung implementasi beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas karena memberikan pengalaman belajar kontekstual berbasis lapangan, mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membantu meningkatkan visibilitas serta potensi ekonomi pedagang batik local, serta berhubungan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan dalam upaya pelestarian pasar tradisional sebagai ruang budaya yang tetap relevan di tengah modernisasi. Dengan memadukan literasi digital dan kecintaan terhadap budaya, kegiatan ini menjadi jembatan antara dunia akademik, masyarakat lokal, dan ruang ekonomi tradisional yang perlu dijaga keberlanjutannya.
Dosen pengampu, Fani Pramuditya, S.E., M.B.A., menilai bahwa pasar adalah laboratorium sosial yang sangat kaya untuk dipelajari mahasiswa. Beliau berharap pengalaman langsung di lapangan dapat membuka cara pandang baru mengenai ekonomi kerakyatan dan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Melalui Beringharjo Education Trip, mahasiswa tidak hanya belajar tentang strategi pemasaran digital, tetapi juga menghayati nilai-nilai budaya yang membentuk identitas masyarakat Yogyakarta. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mengenalkan batik kepada khalayak luas sekaligus memberi dukungan bagi pedagang lokal agar dapat terus berkembang di era digital. [Red. Sulthon Faizi, Muhammad Rizal Rivaldy, Ardilla Avi Prasetya, dan Wulan Ely Khasanah/Fani]