Kulon Progo, 2025 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Produk Koperasi Merah Putih di Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelembagaan dan penguatan usaha koperasi produksi di tingkat desa, sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya SDG 1, SDG 8, dan SDG 16.
Pelatihan diberikan untuk memperkuat pemahaman peserta terkait konsep koperasi produksi, identifikasi potensi komoditas unggulan, standar mutu produk beras, penyusunan prosedur operasional baku (SOP), pengembangan kemasan dan merek, legalitas usaha, serta dasar-dasar manajemen keuangan dan pemasaran. Materi disampaikan melalui paparan, diskusi, dan praktik terstruktur untuk memastikan peningkatan kapasitas peserta secara komprehensif.
Selanjutnya, tim UGM melaksanakan tahap pendampingan lapangan guna mendampingi proses implementasi rencana pengembangan produk. Kegiatan pendampingan meliputi pemetaan rantai pasok, penetapan standar mutu, pengolahan dan pengemasan produk, perhitungan biaya produksi, penyusunan identitas merek, serta strategi pemasaran. Pendampingan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan Koperasi Merah Putih agar mampu mengelola unit usaha beras secara profesional dan berbasis kualitas.
Pelaksanaan program ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan Koperasi Merah Putih, meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat desa, serta menciptakan model pengembangan usaha desa yang berkelanjutan. Selain itu, program ini memberikan kontribusi langsung terhadap pencapaian SDG’s 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemberdayaan ekonomi petani, SDG’s 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pembukaan peluang usaha, serta SDG’s 16 (Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan tata kelola koperasi.
UGM berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas kelembagaan desa melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. [Red. Siti Muslihah]

