JAYAPURA – Bulan Rimadhina Seva Kartika, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti (MPP), Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB), Sekolah Vokasi (SV), Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023, melaksanakan KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 sebagai bagian dari Tim Jejak Jayapura 2026 di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Berlangsung pada 20 Juni–8 Agustus 2026, kegiatan ini mengusung pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan fokus pada penguatan pendidikan, perekonomian, dan pariwisata berbasis potensi lokal. Pendekatan tersebut sejalan dengan tema besar Tim Jejak Jayapura, yaitu menghidupkan potensi Papua dari kampung melalui pengembangan eco-agro tourism, pemberdayaan masyarakat, literasi digital, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Pengabdian di Papua menjadi salah satu pengalaman yang ingin diwujudkan Bulan sejak memasuki UGM. Melalui kegiatan ini, ia berupaya menerapkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat adat di tepian Danau Sentani yang kaya akan budaya, sumber daya alam, serta potensi ekonomi dan pariwisata. Dengan latar belakang keilmuan yang berkaitan dengan aset dan pembangunan ekonomi, Bulan bersama mahasiswa lintas disiplin berusaha menempatkan masyarakat, budaya, dan sumber daya lokal sebagai fondasi pembangunan. KKN tidak diarahkan semata-mata untuk membawa solusi dari luar, melainkan untuk belajar bersama masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan, serta memperkuat potensi yang telah dimiliki Kampung Doyo Lama.Â
Kampung Doyo Lama memiliki berbagai potensi wisata dan budaya, seperti Bukit Tungkuwiri, Danau Sentani, dan Situs Megalitik Bersejarah Tutari. Selain itu, masyarakat setempat memiliki aset ekonomi kreatif melalui produk UMKM dan kerajinan noken yang dihasilkan oleh Mama-mama Papua. Namun, pemanfaatan aset tersebut masih menghadapi tantangan, antara lain dalam aspek promosi pariwisata, digitalisasi transaksi dan pemasaran UMKM, serta penguatan kapasitas masyarakat. Dalam bidang pendidikan, pengembangan keterampilan bahasa Inggris, pengenalan budaya lokal, dan pendampingan pembelajaran siswa juga menjadi kebutuhan penting. Permasalahan tersebut menjadi perhatian karena pengembangan pariwisata dan perekonomian lokal tidak hanya bergantung pada ketersediaan destinasi atau produk masyarakat. Keberlanjutan pembangunan juga memerlukan kesiapan masyarakat untuk mengelola, mempromosikan, dan memperoleh manfaat dari aset yang dimiliki.
Oleh karena itu, program KKN dirancang untuk mendukung kemandirian masyarakat melalui penguatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, pendidikan, serta pengembangan pariwisata berbasis ekologi dan budaya. Hal ini menjadi bagian dari kontribusi Kampung Doyo Lama terhadap visi besar Tim Jejak Jayapura dalam membangun masa depan Papua melalui potensi lokal. Bulan bersama rekan-rekan mahasiswa lintas disiplin melaksanakan sejumlah program interdisipliner yang mengintegrasikan pendidikan, perekonomian, pariwisata, dan pelestarian budaya.
Penguatan Pariwisata melalui Yo-Hub Doyo Lama dan Doyo Lama Lens
Program Yo-Hub Doyo Lama dikembangkan sebagai portal digital resmi kampung yang dapat diakses melalui jelajahdoyolama.com . Portal ini dikembangkan bersama mahasiswa Ilmu Komputer untuk memuat profil kampung, informasi destinasi wisata, paket perjalanan, serta katalog digital produk UMKM.
Pengembangan portal menjadi bagian dari strategi promosi digital untuk memperkenalkan Doyo Lama secara lebih utuh, tidak hanya melalui keindahan alamnya, tetapi juga melalui kehidupan masyarakat, budaya, dan potensi ekonomi lokal. Kehadiran portal ini disambut baik oleh kepala kampung dan aparat pemerintah Kampung Doyo Lama. Sementara itu, program Doyo Lama Lens menghasilkan video profil pariwisata, video pendek, dan aset foto promosi yang melibatkan pengelola wisata serta talenta lokal.
Penguatan Perekonomian dan Ekonomi Kreatif Lokal
Penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui edukasi pemanfaatan QRIS dan penjualan daring kepada 20 pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui diskusi kelompok dan pendampingan langsung untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap transaksi serta pemasaran digital.

Selain itu, Bulan menginisiasi program Noken Pintar Waibu dengan memperoleh dukungan pendanaan dari mitra Jasa Raharja. Program ini menghubungkan pemenuhan kebutuhan pendidikan siswa sekolah dasar dengan pemanfaatan noken karya Mama-mama Papua. Kebermanfaatan program tersebut juga mendapat perhatian dari pihak eksternal, hingga Bulan dan tim memperoleh tawaran kerja sama peliputan dari TVRI Papua. Berikut tautan video peliputan pelaksanaan program KKN-PPM UGM di kanal YouTube TVRI Papua yang sebelumnya telah ditayangkan di TV: https://youtu.be/MwLYgPQfzrc?si=E6MqUREKb4_Fi-v4Â
Melalui program tersebut, noken tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi representasi produk budaya dan ekonomi kreatif masyarakat. Program ini mencerminkan pendekatan tim yang berupaya mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas pendidikan secara bersamaan. Hal ini juga mendorong motivasi belajar adik-adik di SD Negeri Inpress Doyo Lama sehingga mereka senantiasa datang bersemangat untuk belajar di sekolah.
Penguatan Pendidikan dan Sumber Daya Manusia
Komitmen terhadap pendidikan diwujudkan melalui program Waibu Speaks: Little Tour Guide Sentani, yang memberikan pembelajaran bahasa Inggris dasar, hospitality, kepemanduan, dan budaya lokal kepada siswa sekolah dasar. Pembelajaran dilakukan melalui metode interaktif, seperti lagu, gerakan, poster, dan simulasi. Program tersebut dilengkapi dengan bahan ajar English for Fun: Discovering the Magic of Papua, yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa Inggris dengan pengenalan budaya lokal Papua.
Selain pembelajaran bahasa Inggris dan kepemanduan, Bulan bersama rekan-rekan mahasiswa juga melakukan pendampingan pembelajaran secara rutin di SD Inpres Doyo Lama. Setiap hari, mahasiswa turut membantu siswa dalam membaca, menulis, berhitung, dan mata pelajaran lainnya, sekaligus mendukung guru dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Kolaborasi dan Keberlanjutan Program
Keberlanjutan menjadi salah satu prinsip penting dalam pelaksanaan KKN Tim Jejak Jayapura. Untuk mendukung pengelolaan Yo-Hub Doyo Lama, mahasiswa melaksanakan pelatihan bagi admin kampung yang mencakup pengelolaan CMS, pembaruan informasi wisata dan UMKM, pengelolaan pesanan, serta pemecahan masalah teknis dasar. Pelatihan ini ditujukan agar pengelolaan portal dapat dilanjutkan secara mandiri oleh aparat kampung setelah masa KKN berakhir. Kolaborasi dengan pemerintah kampung, masyarakat lokal, pelaku UMKM, mitra pendukung, serta pihak eksternal menjadi bagian penting dalam memastikan program tidak berhenti pada tahap pelaksanaan, tetapi dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. Semangat kolaborasi tersebut juga sejalan dengan peran jejaring alumni dan mitra yang mendukung proses adaptasi, komunikasi, dan keberlanjutan pengabdian mahasiswa di Papua.
“Memutuskan untuk melakukan pengabdian di daerah paling timur Indonesia melalui program KKN-PPM UGM bersama Tim Jejak Jayapura adalah salah satu keputusan terbaik sepanjang berdinamika di bangku perkuliahan. Di sini, saya betul-betul merasakan kehangatan yang belum pernah saya temui di daerah lain dan hidup sebagai keluarga di tengah masyarakat adat di tepian Danau Sentani. Saya sangat mensyukuri kesempatan ini karena selain dapat mengimplementasikan program yang telah dirancang oleh tim untuk memberdayakan masyarakat setempat, saya juga menyerap banyak arti dan makna hidup dari bagaimana masyarakat Papua menjalani kehidupan mereka di tengah keterbatasan,” ujar Bulan.

[Red. Bulan Rimadhina Seva Kartika]
