
Yogyakarta – Departemen Ekonomika dan Bisnis berkomitmen untuk selalu berupaya memberikan pendidikan berkualitas bagi mahasiswa. Salah satu kegiatan yang telah menjadi agenda wajib yaitu dengan memberikan layanan ujian sertifikasi profesi. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa mahasiswa DEB memiliki kemampuan teknis yang diakui secara formal di industry. Langkah ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan komitmen nyata kampus dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Uji kompetensi ini juga membuktikan bahwa kurikulum yang diberikan di DEB sejalan dengan kebutuhan dunia kerja yang dinamis.
Pada tanggal 18 April 2026, Laboratorium Akuntansi dan Bisnis DEB SV UGM bersama dengan Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (Prodi PEK) dan Program Studi Akuntansi Sektor Publik (Prodi ASP) telah melaksanakan ujian Sertifikasi Profesi FUNDAMENTAL DATA ANALYTICS (FDA). FDA merupakan sertifikasi bertaraf internasional yang pelaksanaannya diawasi oleh Lembaga Sertifikasi Internasional TÜV Rheinland Indonesia. Ujian sertifikasi diikuti oleh 72 orang peserta dari Prodi PEK dan ASP. Pelaksanaan ujian bertempat di Laboratorium Komputer DEB SV UGM yang telah terdaftar sebagai Competency Test Center (CTC) untuk sertifikasi ini.

Sertifikasi FDA dari TÜV SÜD dirancang untuk pemula guna memahami elemen dasar data, sumber data, dan analisis data, yang mencakup visualisasi dan interpretasi dasar. Program ini diakui secara internasional untuk meningkatkan kompetensi profesional dalam mengolah data sebagai keterampilan praktis untuk pengambil keputusan strategis. Sebelum mengikuti ujian, peserta diwajibkan untuk mengikuti e-learning selama 4 minggu untuk agar mahasiswa memiliki kompetensi yang terstandar internasional.
Pelaksanaan ujian sertifikasi kompetensi menjadi tolok ukur kompetensi lulusan DEB SV UGM yang tidak hanya mampu bersaing secara nasional, namun mampu bersaing secara global. Sertifikasi ini merupakan instrumen penting untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Dengan membekali mahasiswa sertifikat kompetensi yang diakui secara internasional, DEB SV UGM secara langsung berkontribusi pada SDG 4, yakni memastikan pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan keterampilan teknis bagi lulusannya agar layak bersaing untuk bekerja tidak hanya di dalam negeri, bahkan juga di luar negeri. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran terdidik dan mendukung terciptanya lapangan kerja yang produktif dan menyeluruh bagi generasi mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi standar baru untuk memastikan setiap lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga bukti kompetensi nyata yang diakui secara profesional dan selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan dunia. [Red. Kun Haribowo]