Yogyakarta, 15 Februari 2026 ā Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM). Bitha Cahya Rumansya, mahasiswi Program Studi Akuntansi Sektor Publik angkatan 2024, berhasil meraih Juara II dalam ajang National Essay Competition FIP Edufair 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh peserta dari puluhan universitas di sel uruh Indonesia, menjadikannya sebagai ruang kompetisi akademik yang kompetitif bagi mahasiswa dari berbagai daerah.Puncak kegiatan sekaligus sesi awarding dilaksanakan secara luring di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, Jawa Barat pada Jumat, 12 Desember 2025.

Kompetisi esai nasional tersebut mengusung tema besar āDari Ide ke Aksi: Mahasiswa Menyalakan Inovasi Pendidikanā, yang mendorong mahasiswa untuk menghadirkan gagasan solutif dan aplikatif dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan di Indonesia. Melalui kompetisi ini, peserta dituntut menawarkan perspektif baru yang relevan dengan perkembangan era digital serta kebutuhan pembelajaran generasi masa kini.
Pendekatan yang diusung dinilai mampu menjawab tantangan pembelajaran akuntansi yang selama ini kerap dipersepsikan kompleks dan kurang menarik. Melalui konsep pembelajaran yang lebih partisipatif dan berbasis pengalaman belajar, gagasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konseptual, serta kemampuan berpikir analitis peserta didik.
Penyelenggaraan FIP EDUFAIR 2025 bertujuan menjadi ruang aktualisasi ide mahasiswa di bidang pendidikan sekaligus mendorong kontribusi nyata generasi muda terhadap transformasi pendidikan nasional. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek orisinalitas gagasan, relevansi tema, kedalaman analisis, serta potensi implementasi di dunia nyata.

Dewan juri menilai karya yang diajukan memiliki kekuatan konseptual yang baik, relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan, serta membuka peluang pengembangan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kompetisi tersebut, Bitha mengangkat gagasan yang berfokus pada penguatan pembelajaran akuntansi melalui pendekatan pembelajaran modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan karakteristik generasi muda. Gagasan tersebut menekankan pentingnya transformasi metode pembelajaran agar lebih interaktif, kontekstual, serta mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar.
Bagi Bitha, capaian ini bukan sekadar prestasi kompetitif, melainkan bentuk kontribusi intelektual mahasiswa dalam menjawab isu strategis pendidikan Indonesia. Prestasi ini sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi berbasis riset dan teknologi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ke depan, gagasan ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dan diimplementasikan sebagai solusi pembelajaran akuntansi yang relevan dengan karakter generasi digital masa kini.