Sebuah studi terbaru dari Sekolah Vokasi UGM, yang telah rampung diteliti sebagai bagian dari program Penelitian SNTT SV UGM 2025 oleh Fani Pramuditya, S.E., M.B.A. dan tim, memberikan pencerahan baru mengenai faktor penentu kesuksesan pengusaha perempuan skala mikro di Indonesia. Penelitian yang melibatkan 170 pengusaha perempuan di Pulau Jawa ini menemukan bahwa kepemimpinan wirausaha (entrepreneurial leadership) adalah pendorong utama yang secara langsung dan signifikan memengaruhi kesuksesan usaha mereka.
Temuan ini menghadirkan sebuah perspektif yang menarik: ternyata, kemampuan untuk mengenali peluang wirausaha (EOR) ataupun memiliki kapabilitas inovasi (IC) saja tidak secara otomatis menjamin kesuksesan. Studi ini menunjukkan bahwa memiliki ide cemerlang atau produk inovatif belumlah cukup. Tanpa jiwa kepemimpinan yang kuat untuk mengeksekusi visi, mengelola sumber daya yang seringkali terbatas, dan mengarahkan usaha secara strategis, peluang dan inovasi tersebut belum tentu dapat bertransformasi menjadi kesuksesan yang nyata.
Dalam konteks usaha mikro di Indonesia, di mana perempuan memegang peranan vital sebagai tulang punggung ekonomi, temuan ini menjadi sangat relevan. Menggunakan analisis kuantitatif Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), penelitian ini membedah bagaimana kepemimpinan berfungsi sebagai “meta-kapabilitas” atau kemampuan inti yang memungkinkan seorang wirausaha untuk secara efektif menggunakan peluang dan inovasi sebagai alat untuk mencapai kesuksesan.
Implikasi dari studi ini sangat jelas dan bersifat membangun. Untuk program pemberdayaan UMKM dan perempuan di masa depan, fokusnya mungkin perlu bergeser. Tidak hanya memberikan pelatihan teknis atau ide-ide inovasi, tetapi yang lebih mendasar adalah membangun dan mengasah jiwa kepemimpinan para pengusaha perempuan ini. Dengan memperkuat visi, kemampuan mengambil keputusan, dan ketangguhan mereka, kita dapat membantu mereka mengubah peluang yang ada menjadi kesuksesan usaha yang berkelanjutan.[Red. Fani]
