
Dosen Prodi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan yang merupakan Guru Besar Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Mudrajad Kuncoro, menulis artikel analisis bertajuk “The Anatomy of Jobless Growth: Why 5.39% Expansion Isn’t Enough for Indonesia” yang dimuat di harian berbahasa Inggris The Jakarta Post pada 2026.
Dalam tulisannya, Prof. Mudrajad menyoroti fenomena jobless growth atau pertumbuhan ekonomi yang tidak diiringi penciptaan lapangan kerja berkualitas. Ia menilai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,39 persen pada kuartal IV 2025 memang terlihat solid, namun belum cukup untuk menjawab tantangan struktural perekonomian nasional.
Menurutnya, struktur pertumbuhan Indonesia masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga dan belum ditopang investasi produktif yang memadai. Ia juga menggarisbawahi lemahnya daya serap tenaga kerja di sektor manufaktur dan pertanian, meningkatnya dominasi sektor informal, serta ketimpangan pembangunan antarwilayah.
Prof. Mudrajad menegaskan bahwa Indonesia memang tidak sedang berada dalam krisis, tetapi menghadapi risiko stagnasi apabila tidak segera melakukan reformasi struktural. Ia mendorong percepatan hilirisasi industri, penguatan investasi pada sumber daya manusia, serta sinkronisasi kebijakan lintas sektor agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih inklusif dan berkualitas.
Artikel tersebut menjadi pengingat bahwa stabilitas makroekonomi saja tidak cukup; transformasi struktural diperlukan agar pertumbuhan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. [Red. Admin]