Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) Sekolah Vokasi UGM telah menyelesaikan kerja sama strategis dengan PT PLN (Persero) Pusdiklat dalam penyusunan materi Kompetensi Keahlian Jabatan (KKJ) untuk Profesi Manajemen Properti. Kegiatan yang berlangsung selama 85 hari, dari 25 Maret hingga 17 Juni 2025, bertujuan untuk mendukung kebutuhan pelatihan internal PLN dalam bidang properti dan manajemen aset. Penyusunan modul ini dilakukan oleh tim DEB SV UGM yang terdiri dari tujuh dosen, yaitu Dr. Yudistira Hendra Permana, S.E., M.Sc., Ph.D, Drs. Ike Yuli Andjani, M.Si, Anisa Nurpita, S.E., M.Ec.Dev, Bagaskara, S.E., M.Ec.Dev, Fatima Putri Prativi, ST., M.Ec.Dev, Dr. Anggi Rahajeng, M.Ec, dan Nurisqi Amalia, S.Pd., M.Sc.
“Proses sinergi penyusunan modul antara DEB SV UGM dan PT PLN (Persero)”
Ruang lingkup kegiatan mencakup penyusunan kurikulum dan silabus, pengembangan materi ajar pada tiga level kompetensi, pembuatan soal dan studi kasus, serta validasi materi oleh Business Process Owner (BPO) PLN. Proses penyusunan modul dilakukan secara hybrid, dengan diskusi dan evaluasi secara daring bersama tim PLN, serta pengembangan modul secara luring di DEB SV UGM. Total sembilan modul telah berhasil disusun, mencakup kompetensi di bidang Bisnis Properti, Manajemen Properti, dan Penilaian Aset Properti, yang seluruhnya telah tervalidasi sesuai standar internal PLN. Proyek ini juga melibatkan delapan mahasiswa sebagai asisten guna memperkuat nilai pembelajaran kolaboratif dan multidisipliner.
Melalui kerja sama ini, DEB SV UGM tidak hanya berkontribusi dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia industri energi, tetapi juga turut mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Quality Education), ke-8 (Decent Work and Economic Growth), dan ke-17 (Partnerships for the Goals). Kegiatan penyusunan modul pembelajaran juga merupakan salah satu dampak nyata dari tridharma Perguruan Tinggi yang bermanfaat bagi salah satu BUMN di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pendidikan tinggi dan sektor industri dalam menciptakan pembelajaran vokasional yang adaptif, aplikatif, dan berdampak luas bagi pembangunan berkelanjutan. [Red. Fatima]
