Ā Yogyakarta, 8 Mei 2026 –Ā Departemen Ekonomika dan Bisnis kembali menyelenggarakan workshop akademik bagi mahasiswa dengan tema āBebas Plagiasi dan Cepat Lolos Uji Turnitinā. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi akademik untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya integritas dalam penulisan karya ilmiah. Workshop tersebut membahas berbagai bentuk plagiarisme, teknik penulisan akademik yang baik, hingga penggunaan Turnitin sebagai sistem deteksi kesamaan tulisan.
Ā Ā Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa integritas akademik merupakan komitmen dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan penelitian berdasarkan nilai kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan profesionalisme. Mahasiswa diingatkan bahwa karya ilmiah tidak hanya dinilai dari isi tulisan, tetapi juga dari keaslian gagasan serta etika dalam penggunaan sumber referensi. Materi workshop membahas pengertian plagiarisme sebagai tindakan mengambil ide, data, ataupun karya orang lain tanpa mencantumkan sumber secara tepat. Narasumber menjelaskan bahwa plagiarisme tidak selalu dilakukan secara sengaja, namun juga dapat terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai teknik sitasi dan parafrase yang benar. Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan dengan berbagai bentuk plagiarisme, seperti verbatim, mosaik, parafrase tanpa sitasi, hingga self-plagiarism atau penggunaan kembali karya sendiri tanpa mencantumkan sumber.
Ā Ā Dalam sesi pemaparan, mahasiswa diberikan contoh bagaimana melakukan parafrase yang baik agar tulisan tetap original tanpa menghilangkan makna utama dari sumber referensi. Narasumber menekankan bahwa parafrase bukan hanya mengganti beberapa kata, tetapi menulis kembali suatu gagasan menggunakan susunan kalimat dan pemahaman sendiri. Selain itu, mahasiswa juga diajarkan pentingnya mencantumkan sitasi dan daftar pustaka secara tepat sebagai bentuk penghargaan terhadap karya ilmiah orang lain. Workshop ini juga membahas penggunaan Turnitin sebagai alat pendeteksi kesamaan tulisan. Mahasiswa dijelaskan mengenai kategori warna dalam hasil similarity Turnitin, mulai dari tingkat keasaman rendah hingga tinggi. Namun, narasumber menegaskan bahwa persentase similarity tidak selalu menunjukkan plagiarisme secara langsung, karena kutipan, daftar pustaka, maupun istilah tertentu dapat ikut terbaca oleh sistem.
Ā Ā Untuk membantu mahasiswa menghasilkan tulisan yang lebih baik, narasumber membagikan beberapa strategi dalam menurunkan skor similarity, seperti menghindari copy paste secara langsung, menggunakan teknik parafrase yang efektif, menambahkan analisis pribadi, serta menggunakan sumber referensi yang relevan. Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan teknologi dan artificial intelligence (AI) secara bijak dalam proses pembelajaran dan penulisan akademik. Selain membahas teknik penulisan, workshop ini juga menjelaskan berbagai sanksi akademik terhadap tindakan plagiarisme, mulai dari teguran, pengurangan nilai, hingga pemberhentian status mahasiswa sesuai aturan akademik yang berlaku. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu membangun budaya akademik yang jujur dan bertanggung jawab dalam setiap proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa kemampuan berpikir orisinal dan integritas akademik merupakan bagian penting dalam dunia pendidikan tinggi.
Karya ilmiah yang baik bukan hanya bebas dari plagiarisme, tetapi juga mampu menunjukkan analisis, gagasan, dan pemikiran kritis dari penulisnya sendiri. Workshop ini juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui edukasi mengenai etika akademik, literasi digital, dan penulisan ilmiah yang bertanggung jawab, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan budaya akademik yang lebih profesional dan berintegritas. [Red. Mhs. prakerin]


