Yogyakarta, 1 Oktober 2026 â Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Princess berhasil meraih Juara 1 dalam ajang IPB Business Festival x AstraPay 2026 dengan cabang lomba Business Plan Competition. Kompetisi yang mengusung tema âEmpowering Change Through Agromaritime 5.0: Bridging Technology, Sustainability, and Economic Growthâ ini mencapai puncaknya pada babak final yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Ekonomika Manajemen, IPB University pada minggu (1/10).
Tim Princess terdiri atas Ardia Mustika Ramadhani dan Fatimatuzahra, mahasiswa Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan angkatan 2025, serta Achil Adiba dari Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian, angkatan 2025. Dalam kompetisi tersebut, tim dibimbing oleh Dr. R.Y. Kun Haribowo Purnomosidi, M.Si., dosen Sekolah Vokasi UGM.
Pada kompetisi ini, Tim Princess mengusung gagasan berjudul âEconia: Eco Flushable Pad Berbasis Eceng Gondok untuk Kenyamanan Menstruasi dan Keberlanjutan Lingkunganâ. Econia hadir sebagai inovasi pembalut ramah lingkungan yang menggabungkan teknologi biomaterial berbasis sumber daya alam dengan upaya mengatasi permasalahan limbah produk sanitasi sekali pakai. Melalui pemanfaatan serat eceng gondok, pati singkong, kitosan, dan alginat, Econia mengembangkan alternatif pembalut yang dirancang untuk memberikan kenyamanan selama pemakaian sekaligus mengurangi ketergantungan pada material konvensional yang berpotensi menimbulkan beban lingkungan. Inovasi ini juga mengintegrasikan potensi bahan herbal, seperti manjakani dan serai wangi, dalam pengembangan produk sanitasi yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan kulit.
Ketua tim, Ardia Mustika Ramadhani, menjelaskan bahwa Econia berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan produk menstruasi yang tidak hanya terjangkau dan nyaman digunakan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Menurutnya, pembalut sekali pakai masih menjadi kebutuhan penting bagi perempuan, tetapi pengelolaan limbahnya menghadirkan tantangan tersendiri karena penggunaan material yang sulit terurai. Di sisi lain, potensi biomaterial lokal, termasuk eceng gondok yang kerap dianggap sebagai gulma perairan, masih dapat dikembangkan menjadi bahan bernilai tambah melalui inovasi yang tepat.
âMelalui Econia, kami ingin membuktikan bahwa produk menstrual pad perempuan dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan tanpa mengesampingkan kenyamanan dan keamanan penggunanya. Kami melihat potensi bahan-bahan lokal bukan sekadar sebagai alternatif material, melainkan sebagai peluang untuk menciptakan inovasi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjawab persoalan lingkungan. Bagi kami, Econia bukan hanya tentang menciptakan pembalut yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga tentang mengubah cara kita memandang limbah, memanfaatkan sumber daya, dan menghadirkan solusi yang berdampak bagi perempuan maupun lingkungan,â ujarnya.
Melalui gagasan Econia, Tim Princess berupaya menghubungkan pemenuhan kebutuhan perempuan dengan pemanfaatan sumber daya lokal dan kepedulian terhadap lingkungan. Tim berharap konsep ini dapat terus dikembangkan dan disempurnakan, sehingga ke depannya berpotensi menjadi alternatif produk sanitasi yang lebih berkelanjutan serta memiliki nilai ekonomi.
Penulis: Ardia Mustika Ramadhani
Editor: Nita Anida
